Malanginspirasi.com – Keputusan pelatih Luis de la Fuente memanggil 26 pemain untuk skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia FIFA 2026 tanpa menyertakan satu pun pemain dari Real Madrid memicu kontroversi besar, terutama di kalangan pendukung sepak bola Spanyol.
Ini menjadi kali pertama dalam sejarah modern La Furia Roja bertarung di Piala Dunia tanpa kontribusi pemain dari klub raksasa ibu kota tersebut. Skuad yang diumumkan pada 25 Mei 2026 justru didominasi pemain Barcelona, dengan delapan nama termasuk Lamine Yamal, Pedri, Gavi, dan Pau Cubarsí.
Reaksi publik dan media sangat beragam. Pendukung Real Madrid (Madridistas) mengecam keputusan tersebut sebagai “skandal” dan “bias anti-Madrid”. Media pro-Real seperti Marca dan program televisi El Chiringuito ramai membahas isu ini. Di saat yang bersamaan, tagar terkait skuad Spanyol memenuhi media sosial dengan sindiran dan kekecewaan.
Beberapa pemain Real Madrid yang gagal masuk skuad, seperti Dean Huijsen, Dani Carvajal, dan Fran García, menjadi sorotan. Huijsen bahkan memberikan respons tidak langsung melalui media sosial dengan membagikan penghargaan pribadinya musim ini.
Presiden Real Madrid, Florentine Pérez, juga mengungkapkan keheranannya dengan tidak adanya pemain Real Madrid yang dipanggil untuk memperkuat negaranya.
“Saya tak habis pikir dengan keputusan tim nasional Spanyol yang mengumumkan skuad 26 pemain untuk turnamen sekaliber Piala Dunia tanpa memasukkan satu pun pemain dari Real Madrid. Kami tentu menghormati keputusan pelatih, namun ketika para pemain yang berkiprah di level tertinggi bersama klub terbesar di Spanyol justru diabaikan, tentu saja publik akan mulai mempertanyakan hal tersebut,” ujarnya dalam pernyataan yang banyak dikutip di x.com.
Baca Juga:
Lamine Yamal Yakin Spanyol Menggebrak di Piala Dunia 2026
Menanggapi kritik tersebut, Luis de la Fuente bersikap tegas. Ia menyatakan keputusan diambil murni berdasarkan performa, kondisi fisik, dan kebutuhan tim, bukan karena afiliasi klub.
“Saya tidak melihat warna klub. Saya hanya memilih pemain terbaik untuk Spanyol,” tegas de la Fuente.
Meski demikian, banyak analis menilai keputusan ini mencerminkan penurunan jumlah pemain Spanyol berkualitas di Real Madrid musim ini. Pasalnya, mayoritas posisi kunci dikuasai pemain asing.
Di sisi lain, sebagian pendukung Timnas Spanyol dan media netral melihat ini sebagai bukti kemajuan skuad Timnas Spanyol yang semakin mengandalkan generasi emas muda. Spanyol saat ini dianggap tetap menjadi salah satu favorit utama juara Piala Dunia 2026.
Kontroversi ini juga semakin mempertegas rivalitas abadi antara Real Madrid dan Barcelona yang kini merembet hingga ke skuad tim nasional.
Publik Spanyol kini menanti apakah skuad “tanpa Madrid” ini mampu membawa gelar Piala Dunia kedua bagi negara mereka atau justru menjadi kelemahan fatal di turnamen.
Di perhelatan Piala Dunia FIFA 2026, Timnas Spanyol tergabung di Grup H. Marc Cucurella cs akan bertemu Cape Verde (15/6), lalu menghadapi Arab Saudi (21/6). Di laga terakhir penyisihan grup, Spanyol akan menghadapi tim kuat Uruguay (27/6).







