Malanginspirasi.com – FIFA secara tegas membela Presiden Gianni Infantino terkait laporan The Daily Telegraph yang mengungkap dugaan hubungan dengan seorang staf wanita saat ia masih menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA (2009–2016).
Dalam laporan tersebut, dikabarkan bahwa sang staf wanita (tidak disebutkan namanya) mendapat promosi, kenaikan gaji, serta “departure payment (uang perpisahan)” ratusan ribu dolar dan biaya kuliah MBA yang dibayar UEFA setelah staf tersebut meninggalkan organisasi.
The front page of today’s Daily Telegraph:
Infantino’s ‘lover’ was paid off by Uefa pic.twitter.com/GAmTFTIKGN
— The Telegraph (@Telegraph) August 7, 2026
UEFA sendiri mengonfirmasi bahwa pembayaran kepergian dan biaya MBA memang diberikan dan menyatakan bahwa hal itu sesuai dengan peraturan yang berlaku saat itu.
Peraturan internal UEFA sudah diperketat sejak 2016.
Juru bicara FIFA menyatakan kepada The Telegraph bahwa Infantino “sangat menyangkal tuduhan-tuduhan ini, dan itu sama sekali tidak benar.” Induk organisasi sepak bola dunia itu menambahkan bahwa setiap insinuasi mengenai perilaku tidak pantas atau pelanggaran aturan bersifat memfitnah.
Menurut FIFA, tidak pernah ada karyawan di UEFA maupun FIFA yang mengajukan keluhan terkait perilaku Infantino karena tidak pernah ada insiden yang melibatkan dirinya.
Upaya Sistematis Mendiskreditkan FIFA dan Infantino
Dalam pernyataan yang lebih luas yang dikeluarkan kemudian, FIFA menilai ada “upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sebagian pihak untuk melemahkan organisasi dan presidennya.”
FIFA menekankan bahwa Gianni Infantino terpilih secara demokratis oleh asosiasi anggota dan tetap menjalankan mandat tersebut. Pihak yang tidak memiliki dukungan asosiasi anggota, jelas FIFA, tidak seharusnya mencoba mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, atau misinformasi, melainkan melalui proses demokratis yang sudah ditetapkan.
FIFA juga mengkritik pemberitaan terbaru yang dinilai mengandung pernyataan tidak berdasar dan klaim yang jelas-jelas salah. Spekulasi dan dugaan, menurut FIFA, tidak boleh disajikan sebagai fakta.
Kasus ini muncul di tengah carut marut dan tekanan yang semakin besar terhadap Infantino. Mulai dari tudingan “menganak-emaskan” tim tertentu di Piala Dunia, sikap manutnya terhadap Presiden AS Donald Trump, rencana investasi swasta yang akhirnya dibatalkan, hingga ketegangan dengan UEFA serta beberapa asosiasi sepak bola.








