Malanginspirasi.com – Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan peninjauan eksternal terhadap cara kerja badan pengatur sepak bola dunia tersebut dan menyatakan keterbukaannya terhadap reformasi.
Dalam surat yang ditujukan kepada anggota Dewan FIFA dan seluruh asosiasi nasional anggotanya, Infantino menjelaskan bahwa proses independen ini akan merekomendasikan potensi perbaikan.
Menjelang pertemuan Dewan bulan depan, Infantino juga mengusulkan adanya konsultasi mengenai bagaimana pengambilan keputusan FIFA dapat diperkuat lebih lanjut.
Hal ini mencakup usulan terkait peran presiden, serta cara-cara praktis untuk memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam inisiatif strategis utama.
Infantino menghadapi tekanan yang kian meningkat terkait usulan *Fifa Forward Enterprise* (FFE) yang akhirnya dibatalkan.
Usulan tersebut sempat memicu reaksi keras karena melibatkan rencana penjualan saham dalam Piala Dunia dan kompetisi lainnya kepada investor swasta.
Dalam langkah yang tampak sebagai upaya meredakan ketegangan, Infantino memberikan pernyataan tertulis.
“Selama beberapa minggu terakhir, saya meluangkan waktu untuk mendengarkan sebelum menulis surat ini kepada Anda,” seraya menambahkan bahwa konsultasi akan dilakukan dengan pihak konfederasi, asosiasi anggota, dan “pemangku kepentingan terkait”.
Ia menegaskan bahwa rencana FFE tersebut “tidak melibatkan pelepasan kendali atau wewenang FIFA atas keputusan terkait aspek olahraga. Tentu saja tidak!”
“Usulan tersebut telah diketahui publik sebelum proses kelembagaan FIFA yang direncanakan selesai dan sebelum usulan itu dapat dipresentasikan secara utuh kepada Dewan serta asosiasi anggota. Saya menyadari bahwa tanpa konteks yang lengkap, hal ini menimbulkan kekhawatiran dan menciptakan kesan seolah-olah keputusan telah diambil. Padahal, keputusan belum diambil,” begitu lanjutan surat tersebut.
Infantino juga menegaskan bahwa “proses demokratis, independensi, dan wewenang terkait aspek olahraga tidak pernah untuk diperjualbelikan. Hal-hal tersebut tidak untuk dijual dan tidak akan pernah dijual.”
Ia menyatakan tetap “berkomitmen penuh untuk memimpin FIFA dan yakin dengan apa yang dapat kita capai bersama”.
Surat Infantino ini muncul setelah UEFA dan CONCACAF—konfederasi untuk wilayah Eropa serta Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia—menuntut FIFA membayarkan dana sebesar 10 juta dolar AS kepada seluruh 211 anggotanya yang diambil dari cadangan kas organisasi.
FFE sedianya akan membentuk perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan tiket seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan 21% sahamnya dijual kepada perusahaan investasi swasta.
Baca Juga:
Infantino menyatakan bahwa kegagalan rencana FFE “tidak mengurangi ambisi maupun tanggung jawab kami untuk menginvestasikan kembali sebagian besar kesuksesan FIFA ke dalam dunia sepak bola.”
“Kami akan terus menjajaki cara-cara berkelanjutan untuk meningkatkan sumber daya FIFA serta memperluas dukungan pembangunan dan solidaritas bagi setiap asosiasi anggota,” tambahnya dalam surat tersebut.
“Yang berubah bukanlah ambisinya, melainkan ketangguhan proses dalam mengembangkan, menguji, dan memutuskan gagasan-gagasan besar tersebut.”
“Kemajuan yang telah kami capai selama satu dekade terakhir memberikan landasan yang kuat bagi masa depan. Hal ini juga memberi kami keyakinan untuk meninjau kembali apakah tata kelola kami masih memadai untuk menghadapi skala dan kompleksitas keputusan-keputusan di masa mendatang.”
Awal bulan ini, Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Debbie Hewitt, yang juga menjabat sebagai wakil presiden FIFA, mendesak Infantino untuk membuka seluruh dokumen terkait rencananya yang kontroversial itu.
Pemimpin FIFA asal Swiss-Italia berusia 56 tahun itu akan mencalonkan diri untuk keempat kalinya pada Maret 2027, sementara pihak lawan memiliki waktu hingga 18 November untuk mencari kandidat alternatif.
Bulan lalu, badan sepak bola Eropa (UEFA) mulai menyiapkan langkah hukum pidana terhadap Infantino di pengadilan Amerika Serikat terkait rencana FFE tersebut, sembari menuntut pembukaan seluruh dokumen terkait.
FIFA bereaksi keras dan menuduh UEFA melakukan “kampanye pencemaran nama baik terhadap FIFA dan jajaran pimpinannya” sebagai tanggapan atas upaya hukum tersebut.







