Guru Besar UB Prof. Nur Chanifah Usung Model Literasi Hybrid untuk Pendidikan Hukum Islam di Era AI

Malanginspirasi.com -Guru besar Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Nur Chanifah, S.Pd.I., M.Pd.I., memperkenalkan Model Literasi Hybrid untuk menjembatani kajian keilmuan Islam klasik atau turāth dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan mahasiswa untuk berpikir kritis.

Prof Nur Chanifah merupakan salah satu profesor baru yang akan dikukuhkan Universitas Brawijaya (UB) pada Minggu, 8 November 2026.

Lebih lanjut, ia menyoroti penggunaan AI di perguruan tinggi yang berkembang cepat, tetapi belum selalu diimbangi kesiapan metodologis dan pedagogis.

Tanpa arahan yang tepat, penggunaan AI berisiko membentuk pola belajar mandiri yang tidak terstruktur dan melemahkan kedalaman analisis mahasiswa.

“AI perlu ditempatkan bukan sebagai pengganti proses berpikir dan otoritas keilmuan, melainkan sebagai instrumen pendukung pembelajaran yang tetap dikendalikan oleh ketepatan metodologis, integritas akademik, dan pertimbangan kemaslahatan,” paparnya saat konferensi pers di Samantha Krida, UB pada Jumat (6/11/2026).

Model Literasi Hybrid menggabungkan literasi turāth, literasi AI, dan literasi kritis.

Dalam pendekatan ini, teknologi digunakan sebagai pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir maupun otoritas keilmuan.

Chanifah berharap model tersebut dapat membantu membentuk sarjana Hukum Islam yang berakar pada tradisi, mampu memanfaatkan teknologi, serta menghasilkan argumentasi hukum yang bertanggung jawab dan berorientasi pada maqāṣid al-sharī‘ah.

Ia menambahkan, penerapannya membutuhkan kesiapan dosen dan mahasiswa, penyesuaian kurikulum, serta dukungan infrastruktur teknologi.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *