Nyaman saat Merantau dan Tidak Pernah Home Sick, Apakah Normal?

Nyaman saat Merantau dan Tidak Pernah Home Sick, Apakah Normal?

Malanginspirasi.com – Di usia dewasa muda, banyak orang yang mulai merantau untuk melanjutkan hidup. Ada yang karena alasan pendidikan, pekerjaan, atau sebab menikah.

Di tanah rantau, para perantau biasanya akan bertemu dengan perantau yang lain. Dimana mereka biasanya saling bertukar cerita tentang kampung halaman hingga bisa memicu home sick.

Namun, ada sebagian orang yang justru tidak pernah merasakan home sick atau rindu kampung halaman saat merantau. Mereka lebih nyaman jauh dari rumah.

Pikiran yang awalnya ragu untuk jauh dari rumah tiba-tiba berubah menjadi perasaan yang tenang. Tidak ada lagi hal berisik yang mengganggu sehingga kamu lebih stabil secara emosi di perantauan.

Lantas, apakah tenang saat jauh dari rumah ini adalah emosi yang normal?

Mengutip Instagram @apdcindonesia, tidak ada yang salah dengan perasaan enjoy dan bahagia yang dialami. Nikmatilah pengalaman baru yang memberikan kejutan menyenangkan itu sambil mencari secara bertahap, kemungkinan alasan kamu lebih bahagia saat jauh dari rumah.

Karena saat merantau, seseorang mungkin menemukan ruang nyaman, aman, serta lebih bisa mengekspresikan diri. Seperti menemukan hobi dan aktivitas yang disukai melalui komunitas dan teman-teman. Tentu hal ini akan membuatmu nyaman karena bisa menjadi support system di tempat rantau. Selain itu, kamu juga bisa mengisi kembali energi saat sedang sendiri dan dalam kondisi tenang.

Sehingga kamu terbantu mengaktualisasikan diri dan bisa beraktivitas secara lebih optimal. Jauh dari keluarga juga bisa membuatmu menciptakan boundaries yang diperlukan.

Dimana boundaries adalah batasan yang diterapkan sesuai kebutuhan, baik secara fisik maupun emosional. Sehingga seseorang bisa terbantu dalam mengatur dirinya sendiri dan merespon konteks sosial.

Teman di tanah rantau
Menemukan lingkungan yang tepat dan teman-teman yang menyenangkan saat di tanah rantau, juga dapat mengurangi rasa kangen pada kampung halaman. myhubs.org

Masing-masing orang memiliki boundaries yang berbeda karena value dan pandangan setiap individu tidaklah sama. Sehingga setiap orang bisa menciptakan boundaries dalam berbagai aspek, seperti dalam keluarga, relasi, pekerjaan, pertemanan, dan lain-lain.

Batasan yang sehat biasanya erat hubungannya dengan tanggung jawab, saling menghormati, dan komunikasi yang terbuka. Setelah menerapkan batasan tersebut, kamu bisa mengevaluasinya secara berkala dengan melihat intensitas atau pola komunikasi dengan keluargamu. Lihat juga frekuensi kepulanganmu dan jumlah kunjungan.

Karena terbiasa jauh dari keluarga bisa menyebabkan seseorang mengalami kerenggangan emosional, terlebih bila jarang berkomunikasi. Konsep rumah sebagai tempat pulang juga bisa perlahan memudar atau bahkan hilang. Sehingga wajar bila seseorang bisa tidak home sick walau sudah lama di tanah rantau.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah merefleksikan hal-hal apa saja yang kamu alami saat berada di rumah. Apa ada masalah lain yang membuatmu tidak nyaman atau murni hanya suasana rumah yang berisik?

Komunikasi yang menuntut atau terlalu intens dari orang tua, kecenderungan campur tangan keluarga, hingga tidak ada privacy, bisa menjadi penyebab seseorang merasa tidak nyaman bahkan sampai kehabisan energi.

Sehingga cobalah untuk terus mengenali dan memahami dirimu sendiri saat berada di ruang lingkup keluarga. Telaah lagi apa yang kamu rasakan di tempat kerja atau tanah rantau tapi tidak bisa kamu rasakan di rumah. Sehingga kamu bisa menciptakan batasan sehat di ruang lingkup manapun agar tetap merasa nyaman dan tidak kehabisan energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *