Malanginspirasi.com – Film epik mitologi ‘Ramayana: Part 1’ (‘Ramayana: Rise of a Legend’) menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah sinema India. Dengan klaim anggaran total sekitar 4.000 crore rupee atau setara Rp 7,7 triliun (termasuk produksi, pemasaran, dan distribusi global), film yang disutradarai Nitesh Tiwari dan diproduksi Namit Malhotra ini disebut sebagai proyek film India paling mahal dan kolosal yang pernah dibuat.
Film Ramayana dibagi dua bagian. Bagian pertama, dirilis secara global pada 5 November 2026 atau tiga hari menjelang Diwali. Pada bagian yang berdurasi 3 jam 15 menit ini fokus pada perjalanan awal Rama. Sedangkan bagian kedua dijadwalkan rilis pada Diwali 2027.
Ranbir Kapoor berperan sebagai Rama, Sai Pallavi sebagai Sita, dan Yash sebagai Ravana. Pemeran pendukung di antaranya adalah Sunny Deol sebagai Hanuman, Ravie Dubey sebagai Lakshmana, serta sejumlah aktor lain termasuk Arun Govil.
Klaim “Paling Mahal”
Produser Namit Malhotra, yang juga merupakan pemimpin studio efek visual DNEG, berulang kali menyatakan bahwa total investasi untuk kedua film mencapai sekitar USD 500 juta (7,7 triliun).
Bujet mahal ini karena pembangunan dunia visual, set, kostum, dan aset digital. Juga untuk biaya paska produksi yang mencakup biaya promosi dan rilis internasional yang gila-gilaan. Pendekatan yang mirip dengan praktik Hollywood untuk film-film skala besar.
Malhotra pernah menyatakan bahwa tidak ada film India yang mendekati skala ini, dan proyek tersebut dibangun untuk bersaing di pasar global.
Visual effects ditangani DNEG, studio yang dikenal lewat karya di film-film seperti ‘Dune’, ‘Interstellar’, dan ‘Blade Runner 2049’.
Proses penciptaan beberapa adegan, termasuk pertarungan Ravana-Jatayu, dilaporkan memakan waktu bertahun-tahun. Musik digarap dua peraih Oscar, A.R. Rahman dan Hans Zimmer.
Film ini diambil menggunakan format IMAX dan dirilis dalam berbagai bahasa, dengan penggunaan teknologi AI untuk sinkronisasi bibir pada versi dubbing.
Pengembangan proyek memakan waktu panjang. Termasuk riset mendalam terhadap teks klasik dan konsultasi dengan para ahli untuk menjaga pakem pada sumber cerita sambil menyajikannya dalam bentuk sinematik modern.
Baca Juga:
‘The Odyssey’, Film Epik Terbaru Sutradara Christopher Nolan
Titik Impas
Klaim anggaran sebesar itu memicu diskusi luas di industri dan publik. Beberapa pihak mempertanyakan apakah angka tersebut realistis dan bagaimana film bisa mencapai titik impas. Hal ini karena biayanya yang sangat tinggi dibandingkan film India sebelumnya seperti ‘Kalki 2898 AD’, ‘RRR’, atau ‘Adipurush’.
Di sisi lain, pendukung proyek melihatnya sebagai upaya serius untuk membawa cerita India ke panggung global dengan standar teknis setara film Hollywood besar.
Pada hari-hari awal rilis, ‘Ramayana: Part 1’ mencatatkan penayangan perdana yang spektakuler di India dan di luar negeri. Namun masih jauh dari biaya yang telah dikeluarkan.
Film ini merepresentasikan ambisi insan Bollywood untuk memproduksi film domestik berskala raksasa yang juga ditujukan untuk audiens global. Tentunya dengan dukungan infrastruktur VFX, musik, dan distribusi internasional.
Di Indonesia, ‘Ramayana: Part 1’ didistribusikan oleh Sony Pictures Indonesia dan akan tayang di bioskop pada 11 November 2026.








