Mahasiswa FTAB UB Ajak PKK Purwodadi Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin di Program 3M

Malanginspirasi.com – Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Lutfi, melaksanakan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin sederhana lewat  program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan minyak jelantah di lingkungan rumah tangga.

Selama ini, tak banyak yang menyadari bahwa minyak jelantah yang sering dianggap sebagai limbah masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat.

Minyak jelantah masih sering dibuang langsung ke saluran air atau tanah, padahal kebiasaan tersebut dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran air, dan menurunkan kualitas tanah.

Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu (27/06/2026) ini diikuti oleh 12 anggota PKK Kelurahan Purwodadi.

Pendampingan Intensif

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak minyak jelantah terhadap lingkungan dan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaitkannya dengan kondisi yang mereka temui sehari-hari.

Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti praktik pembuatan lilin berbahan dasar minyak jelantah.

Dengan pendampingan pelaksana kegiatan, peserta mempelajari setiap tahapan, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin.

Peserta terlihat antusias, aktif mencoba tiap tahapan, dan berdiskusi mengenai pemanfaatan minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah semata.

Baca Juga:

Program 3M FTAB UB Ajak Warga Ketawanggede Manfaatkan Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Kolaborasi 3M FTAB UB, CoE CBSA dan BI Jatim Majukan Bojonegoro

Sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan setelah pelatihan, setiap peserta memperoleh leaflet berisi informasi mengenai dampak minyak jelantah serta langkah-langkah pembuatan lilin sederhana.

Peserta juga mengisi pretest dan posttest untuk mengetahui perubahan pemahaman setelah mengikuti pelatihan.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan.

Skor rata-rata peserta naik dari 2,18 saat pretest menjadi 3,65 pada posttest, dari skala maksimum 4.

Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman cara membuat lilin dari minyak jelantah, yang melonjak dari rata-rata 1,08 menjadi 3,58.

Sebelum pelatihan, 11 dari 12 peserta belum memahami cara pembuatannya, setelah kegiatan, seluruh peserta berada pada kategori paham hingga sangat paham.

Setiap peserta merasakan manfaat pelatihan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkreasi.

Penerapan Langsung Program Kerja Individu 3M

Bagi Muhammad Lutfi, kegiatan ini merupakan bentuk penerapan ilmu Teknik Lingkungan secara langsung di tengah masyarakat sekaligus bagian dari program kerja individu dalam 3M.

Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa minyak jelantah dapat dikelola menjadi produk yang lebih bermanfaat, sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah.

“Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui upaya mengurangi pencemaran air, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dengan mendorong pengelolaan limbah berbasis masyarakat, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk bernilai guna,” papar Rizki L. R. Silalahi, Ph.D., dosen pembimbing lapang.

Ia berharap  langkah sederhana ini akan semakin banyak mendorong masyarakat  mengelola minyak jelantah secara lebih bertanggung jawab demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Rahayu Ningtyas, salah satu warga peserta pelatihan, menyatakan apresiasinya.

”Terimakasih untuk adik adik mahasiswa yang sudah melatih dan mengajari kami. Ternyata seru juga belajar membuat lilin berbahan minyak jelantah. Padahal biasanya minyak minyak ini kami buang begitu saja. Ternyata bisa jadi sesuatu yang bermanfaat. Terimakasih,” pungkasnya.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *