Curhat Guru PJOK Malang Raya Kepada Sri Untari, Mulai Beban Jam Mengajar Hingga Kelangkaan Ajang Kompetisi

Pendidikan15 views

Malanginspirasi.com – ​Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., mengungkapkan pertemuan dengan guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di Malang Raya tersebut membuka gambaran riil mengenai peta kebutuhan tenaga pendidik di lapangan.

Ia menyampaikan hal ini saat Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim menyerap berbagai keluhan dan aspirasi krusial  seperti persoalan beban jam mengajar, minimnya pengakuan jam pembinaan ekstrakurikuler, hingga kelangkaan ajang kompetisi bagi siswa berprestasi.

Salah satu temuan di sekolah menunjukkan adanya guru olahraga yang terpaksa dibebani tugas mengajar mata pelajaran lain di luar kompetensinya.

​“Tadi kami menemukan fakta, guru olahraga ternyata juga dibebani mengajar bahasa daerah. Peta bawah ini sangat kita butuhkan untuk melihat kekurangan guru di masing-masing mata pelajaran, sehingga kita tahu persis kebutuhan riil mereka di sekolah,” ujar Sri Untari.

​Selain persoalan mata pelajaran rangkap, beban pemenuhan 24 jam tatap muka menjadi persoalan paling mendesak yang disuarakan para guru.

Baca Juga:

Sri Untari Bisowarno Dorong Pemerataan Akses SPMB dan Percepatan Kesejahteraan Guru di Jatim

Mereka mengusulkan adanya penyesuaian proporsi, yakni 18 jam dialokasikan untuk kegiatan belajar mengajar reguler dan 6 jam untuk pembinaan prestasi.

Selama ini, waktu dan tenaga yang dicurahkan guru untuk membina ekstrakurikuler tidak dihitung sebagai jam pelajaran tatap muka resmi.

​Persoalan lain yang tak kalah penting adalah minimnya wadah kompetisi.

Meski sekolah memiliki puluhan jenis ekstrakurikuler, panggung pertandingan untuk menguji hasil latihan siswa dinilai masih sangat terbatas dan tidak cukup hanya mengandalkan agenda tahunan seperti O2SN.

Para guru berharap pemerintah daerah menginisiasi turnamen berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota seperti Bupati Cup hingga kejuaraan tingkat provinsi.

​Menanggapi hal tersebut, Sri Untari menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi dari guru olahraga ini akan dibawa ke forum legislatif sebagai masukan strategis dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Keolahragaan dan Kepemudaan yang kini tengah digodok Komisi E DPRD Jatim.

“Masukan ini sangat berharga karena datang langsung dari para aplikator di lapangan. Raperda yang sedang kami proses ini membutuhkan masukan konkret seperti ini. Soal beban jam mengajar dan pengakuan pembinaan ekskul juga akan kami komunikasikan ke Dinas Pendidikan agar ada kebijakan yang solutif,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *