FTAB Terapkan Teknologi Budidaya Maggot BSF di SPPG, Solusi Pakan Murah dan Ramah Lingkungan

Pendidikan7 views

Malanginspirasi.com — Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) mendampingi pengelolaan limbah dapur di Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gedung/Taman (SPPG) mitra melalui penerapan teknologi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dalam program pendanaan In Saintek.

Guru Besar bidang Teknik Lingkungan Agroindustri FTAB sekaligus Ketua UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, STP., M.Env.Mgt., Ph.D., menjelaskan bahwa pendekatan teknologi ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan menyeluruh.

Prosesnya dimulai dari penetasan telur, pembesaran larva atau maggot, hingga menghasilkan lalat BSF yang bertelur kembali.

“Melalui closed-loop system tersebut, dapur atau lokasi pengolahan mitra didorong menjadi model yang berkelanjutan sehingga sampah dapur organik tidak lagi terbuang menjadi masalah, melainkan diolah menjadi bioproduk bernilai tinggi,” paparnya kepada awak media.

Selain pengolahan sampah organik, intervensi teknologi yang diperkenalkan mencakup pengolahan hasil panen maggot menjadi produk turunan seperti pakan ikan, pakan ayam, hingga pupuk organik.

Prof. Sri Suhartini mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar pembudidaya ikan dan peternak saat ini adalah tingginya harga bahan baku protein pakan komersial.

Tepung maggot yang kaya akan protein dinilai sangat potensial menjadi bahan substitusi pakan guna menekan biaya operasional secara signifikan.

Baca Juga:

CoE CBSA FTAB UB Wujudkan Ekosistem Ekonomi Sirkular Maggot BSF di Malang Raya dari Pendanaan InsaIntek

Dari hasil investigasi di SPPG mitra yang sudah memiliki fasilitas kolam ikan lele, nila, hingga budidaya melon hidroponik, biaya pembelian pakan komersial terbilang sangat tinggi.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan maggot sebagai substitusi pakan mampu menekan biaya operasional pakan lele hingga sekitar 50 persen,” katanya.

Proses pengolahannya dilakukan dengan mengeringkan maggot terlebih dahulu, memisahkan kandungan lemak dan minyaknya, lalu menepungkannya dan mencetaknya menjadi pelet yang diperkaya nutrisi tambahan.

Meskipun fokus utama kemitraan program Insaintek saat ini menyasar SPPG Sawojajar, pemanfaatan dan pendampingan teknologi ini dipastikan akan disebarluaskan ke masyarakat yang lebih luas.

UB menjalin kolaborasi strategis melalui program Kampung Lingkar Kampus (KLK) UB untuk mendampingi masyarakat di sekitar kawasan kampus, serta mengandalkan UPT UB Green Campus sebagai motor penggerak komitmen kampus hijau dan program-program pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, UB juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang serta terus mengembangkan pengayaan formulasi pakan berbasis BSF untuk komoditas lain seperti lobster melalui riset kerja sama internasional dengan Australia. Melalui Sekolah Lapang yang rutin diadakan, para peserta dan mitra diajak melihat langsung demonstrasi integrasi rantai limbah menjadi produk pangan bernilai gizi dan berdaya saing ekonomi tinggi.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *