Mindfulness Corner Jadi Layanan Konseling FIA UB, Perkuat Ekosistem Pendidikan

Pendidikan12 views

Malanginspirasi.com – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Mindfulness Corner untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa terhadap ruang pendampingan menghadapi persoalan akademik, pengembangan diri, karier, maupun tekanan selama menjalani perkuliahan.

Fasilitas ini dirancang sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk berkonsultasi sekaligus melakukan aktivitas yang dapat membantu mengelola tekanan selama proses pendidikan.

Diresmikan pada 15 September lalu, kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya FIA UB dalam memperkuat dukungan terhadap mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengembangan potensi dan kesiapan menghadapi berbagai kebutuhan selama masa studi.

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menjelaskan bahwa Mindfulness Corner memiliki cakupan layanan yang lebih luas daripada penanganan persoalan kesehatan mental.

Mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berkonsultasi mengenai persoalan akademik, karier, pengembangan diri, serta minat dan bakat.

“Mindfulness Corner ini akan digunakan oleh mahasiswa yang membutuhkan bantuan, konsultasi, pengembangan karir, hingga tekanan emosional supaya dapat berdiskusi,” ujarnya.

Keberadaan ruang pendampingan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan yang mendukung kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh.

Menurut Prof. Widodo, penyediaan ruang yang aman dan nyaman menjadi salah satu aspek yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam konteks pengembangan lingkungan pendidikan berstandar internasional.

“Harapannya tentu ini akan menjadi bagian penting untuk menunjang pendidikan, memberikan edukasi, memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika,” harapnya.

Mindfulness Corner Sebagai Langkah Preventif

Dekan FIA , Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa Mindfulness Corner dikembangkan sebagai salah satu langkah preventif dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa.

Layanan yang tersedia mencakup konseling serta Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP).

Melalui layanan konseling, mahasiswa dapat mendiskusikan permasalahan yang dihadapi secara langsung bersama konselor. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh sudut pandang dan saran yang sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.

“Jadi mahasiswa yang dirasa membutuhkan saran atas permasalahan, nanti yang menangani konselornya langsung,” jelasnya.

Selain konseling, mahasiswa yang menghadapi persoalan terkait kekerasan seksual maupun perundungan dapat memperoleh pendampingan melalui ULTKSP.

Sementara itu, kebutuhan mahasiswa dalam aspek pengembangan karier diarahkan melalui pemetaan minat dan bakat, salah satunya melalui pelaksanaan tes.

Penguatan layanan tersebut juga didukung melalui kerja sama FIA UB dengan Riliv, platform layanan kesehatan mental berbasis teknologi.

Sebelumnya, FIA UB bersama Riliv telah menyelenggarakan Psychological First Aid (PFA) Training pada Juni 2026 yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika terpilih.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan mental sekaligus kapasitas sivitas akademika dalam memberikan dukungan awal kepada mahasiswa.

Baca Juga:

FIA UB Buka Program Joint Degree/Double Degree bagi MAB 2026

Tidak hanya menyediakan layanan konsultasi, Mindfulness Corner juga dilengkapi fasilitas stress release yang memungkinkan mahasiswa melakukan aktivitas di luar kegiatan akademik.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan untuk menciptakan suasana ruang yang lebih nyaman bagi mahasiswa.

“Melalui Mindfulness Corner ini semoga mahasiswa semakin nyaman, karena di dalam juga difasilitasi stress release,” imbuh Prof. Hamidah.

Fasilitas untuk Stress Release

Koordinator Badan Konseling FIA UB, Dr. Sunarti, MAB., menjelaskan bahwa fasilitas Mindfulness Corner mencakup ruang konseling, ruang kesehatan, berbagai peralatan pendukung, serta sarana aktivitas yang dapat digunakan mahasiswa untuk melakukan stress release.

Beberapa aktivitas yang tersedia antara lain merajut, melukis, dan bermain dakon.

“Kita juga menyediakan kegiatan untuk stress release seperti merajut, melukis, bermain dakon, dan lainnya, itu ada alat-alatnya, karena itu ampuh untuk refreshing,” jelasnya.

Menurut Sunarti, permasalahan akademik masih menjadi salah satu hal yang banyak disampaikan mahasiswa dalam sesi konsultasi.

Dalam mendampingi mahasiswa, konselor tidak hanya memberikan saran, tetapi juga membantu mahasiswa memahami situasi yang dihadapi secara lebih objektif.

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah mengajak mahasiswa mengidentifikasi terlebih dahulu apakah kekhawatiran yang dirasakan telah terjadi atau masih berupa kemungkinan.

Cara tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa membedakan antara kondisi yang sedang dihadapi dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi.

“Saya sering bertanya ke mahasiswa, itu cara menanganinya. Misal ada yang curhat gak sanggup, maka saya tanya dan berikan penjelasan supaya tidak overthinking,” pungkasnya.

Menurut Sunarti, pendampingan terhadap mahasiswa tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan yang sedang dihadapi, tetapi juga membantu mahasiswa membangun cara pandang dan strategi dalam menghadapi berbagai situasi selama masa studi.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan dan mencari dukungan ketika menghadapi kendala.

Kehadiran Mindfulness Corner juga sejalan dengan komitmen FIA UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG)s.

Melalui penyediaan ruang konseling dan fasilitas stress release, Mindfulness Corner mendukung upaya pemeliharaan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa sebagai bagian dari SDG 3, terutama dalam aspek peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Dukungan terhadap kesejahteraan mental juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian SDG 4.

Kondisi psikologis yang terkelola dapat menjadi salah satu faktor pendukung mahasiswa maupun tenaga pendidik dalam menjalani proses pembelajaran dan kegiatan akademik secara optimal.

Karena itu, penyediaan akses terhadap layanan pendampingan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung keberlangsungan proses belajar dan pengembangan kapasitas sivitas akademika.

Sementara itu, melalui pendekatan preventif dan pengelolaan tekanan, Mindfulness Corner turut memiliki relevansi dengan SDG 8. Pengelolaan stres dan perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian dari penciptaan lingkungan aktivitas akademik dan kerja yang mendukung produktivitas serta kesejahteraan sivitas akademika.

Dengan demikian, layanan yang tersedia tidak hanya diarahkan pada penanganan persoalan ketika muncul, tetapi juga pada penguatan kapasitas individu dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan secara berkelanjutan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *