Wamenkes Sebut Inovasi DESIS di Puskesmas Cisadea Malang Siap Diadaptasi untuk Program Nasional TBC

malanginspirasi.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, mengapresiasi inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lewat aplikasi Decision Support System Tuberculosis (DESIS) yang ada di Puskesmas Cisadea Kota Malang, Kamis (30/7/2025).

Aplikasi ini menggunakan sistem pemantauan kasus sehingga dapat memantau kondisi penanggulangan TBC di tiap kelurahan.

Yakni dengan memetakan wilayah berisiko hingga tingkat alamat rumah, dan dinilai layak diadaptasi sebagai bagian dari program nasional.

Ia menyampaikan apresiasi tersebut saat melakukan kunjungan kerja bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, dalam rangka Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026.

“Kita kan menyaksikan apa yang bagus di Kota Malang. Dan  saya belum pernah ketemu di kota lain. Aplikasinya bagus dan bisa diterapkan di wilayah lain.  Alat ini bisa mendeteksi begini, ya saya baru nemu di Kota Malang. Saya sebagai Arema ya bangga,” katanya disambut meriah tamu undangan yang ada.

Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan rombongan meninjau Puskesmas Cisadea (Istimewa)

Pada kesempatan ini, Benjamin  memberikan apresiasi terhadap fasilitas pelayanan di Puskesmas Cisadea.

Ia menilai fasilitas kesehatan di Kota Malang termasuk yang terbaik berdasarkan hasil kunjungannya ke 18 provinsi.

“Seluruh fasilitasnya lengkap, dokter giginya lengkap, pelayanannya sudah terintegrasi dengan sangat baik,” katanya.

Benjamin mengaku terkesan dengan penerapan aplikasi DESIS yang telah mengintegrasikan data kasus TBC secara komprehensif.

Lewat sistem tersebut, petugas kesehatan dapat memantau kondisi penanggulangan TBC di setiap kelurahan, mengidentifikasi wilayah dengan risiko penularan tinggi hingga tingkat kecamatan dan alamat rumah, sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia juga mengapresiasi capaian Kota Malang yang telah memiliki 100 persen Kelurahan Siaga, yang dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian TBC di tingkat masyarakat.

Atas berbagai capaian tersebut, Benjamin menyebut Kota Malang bersama Kota Bogor layak menjadi daerah percontohan nasional dalam program penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Ia katakan praktik baik yang telah diterapkan di kedua daerah dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC.

Menurut Benjamin, kemampuan aplikasi DESIS dalam menyajikan data secara detail dan terintegrasi menjadi salah satu inovasi yang akan dipelajari dan diadaptasi dalam penguatan program nasional penanggulangan TBC.

“Yang ini kita mau adaptasi untuk program nasional dari Kota Malang. Malang memang top,” tutupnya.

Baca Juga:

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, Simak Upaya Pengendaliannya di Kabupaten Malang

Buka Pertemuan Penguatan Layanan Disabilitas Anak, Wabup Lathifah Shohib Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Benjamin mengatakan kunjungan kerja ini adalah tindak lanjut arahan Presiden RI yang menjadikan pemberantasan TBC sebagai salah satu program prioritas nasional.

Menurut Benjamin, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia sehingga diperlukan penguatan strategi penanganan.

“Capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC di Indonesia telah menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini lebih dari 80 persen kasus yang ditemukan telah mendapatkan pengobatan, meningkat dibanding sekitar lima tahun lalu yang baru mencapai 48 persen,” jelas Benjamin.

Meski demikian, ia menilai upaya pencegahan melalui pemeriksaan kontak serumah masih perlu diperkuat.

Selama ini, katanya, fokus penanganan lebih banyak pada pengobatan pasien yang telah terdiagnosis.

Sedangkan anggota keluarga yang tinggal serumah belum seluruhnya mendapatkan pemeriksaan kesehatan maupun terapi pencegahan.

“Kota Malang sudah cukup bagus. Tadi capaian pemeriksaan kontak serumah mencapai sekitar 68 persen. Untuk ukuran nasional itu sudah sangat tinggi,” papar dia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *