Malanginspirasi.com – Timnas Afrika Selatan menghadapi kendala serius menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Keberangkatan skuad ke kamp persiapan di Pachuca, Meksiko, yang dijadwalkan pada Minggu (31/5/2026), terpaksa ditunda secara tidak terbatas akibat masalah visa.
Menurut laporan South African Broadcasting Corporation (SABC) dan beberapa media lokal, sejumlah pemain inti serta staf teknis belum menerima visa masuk ke Meksiko dan Amerika Serikat. Penyebab utamanya diduga kesalahan administratif oleh South African Football Association (SAFA). Hanya pelatih kepala Hugo Broos yang disebut telah mendapatkan visa.
Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, langsung mengecam keras insiden ini.
“Ini adalah kekacauan perjalanan SAFA yang memalukan dan sangat tidak adil bagi para pemain serta staf pelatih,” ujarnya.
McKenzie menuntut akuntabilitas penuh dan memerintahkan SAFA untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
Persiapan Tim Terancam Berantakan
Bafana Bafana dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Pachuca serta melakukan uji coba melawan Jamaica pada 5 Juni 2026. Keterlambatan ini berpotensi mengganggu adaptasi skuad terhadap cuaca, lapangan, dan kondisi di Amerika Utara.
SAFA menyatakan sedang bekerja sama dengan Departemen Hubungan Internasional dan Kedutaan Besar terkait untuk mempercepat proses visa. Hingga saat ini, keberangkatan charter flight dari Bandara OR Tambo masih belum pasti.
Kendala visa Bafana Bafana bukan kasus terisolasi. Sejak awal 2026, kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Trump telah menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa negara Afrika yang lolos ke Piala Dunia.
Baca Juga:
Timnas Kongo Wajib Jalani Isolasi 21 Hari atau Terancam Absen di Piala Dunia FIFA 2026
Demi Keamanan, Timnas Iran Pindah Markas Latihan ke Meksiko
Meski Afrika Selatan tidak termasuk dalam daftar negara yang wajib membayar visa bond hingga US$15.000 (sekitar Rp267,5 juta), proses pengurusan dokumen tetap rumit karena turnamen digelar di tiga negara (Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat).
Suporter dari berbagai negara Afrika juga menghadapi hambatan serupa, termasuk penolakan visa dan persyaratan ketat meski ada keringanan sementara bagi pemegang tiket resmi.
Insiden ini menambah tekanan bagi SAFA yang baru saja merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia setelah penantian panjang. Hugo Broos dan skuadnya kini berada dalam situasi genting: harus menjaga kondisi fisik dan mental di tengah ketidakpastian perjalanan.
Pengamat sepak bola Afrika menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya koordinasi birokrasi di tubuh SAFA.
Timnas Afrika Selatan berada di Grup A dan di laga pembuka harus menghadapi tuan rumah Meksiko (12/6). Setelah itu bertemu Republik Ceko (18/6) dan Korea Selatan (25/6).








