Sekjen Kemnaker Paparkan Lima Pilar Ekosistem Pendidikan Vokasi yang Relevan dengan Dunia Kerja

Serba Serbi15 views

MMalanginspirasi.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menekankan lima aspek penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kelima aspek itu mencakup kompetensi dan karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, infrastruktur pembelajaran, tata kelola institusi, serta manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Cris dalam orasi ilmiah berjudul “Nava Karya Dalam Nusa Diri: Transformasi SDM Vokasi Menuju Ketenagakerjaan Berkelanjutan” pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Cris, pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang terampil.

“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memiliki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” ujarnya.

Ia menganalogikan pendidikan vokasi dengan pohon yang terus tumbuh. Pohon tidak akan kokoh hanya karena memiliki batang dan ranting. Akar yang kuat dibutuhkan agar pohon dapat bertahan dan berkembang.

“Akar pohon adalah fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan kokoh atau tidaknya sebuah pohon,” kata Cris.

Menurutnya, akar tersebut menggambarkan kompetensi dan karakter. Peserta didik harus memiliki keterampilan sesuai bidangnya, sekaligus dibekali integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kerja.

Namun, akar yang kuat saja belum cukup. Lulusan vokasi juga harus siap menghadapi perubahan di dunia kerja, terutama perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Teknologi terus berubah. Oleh karena itu, lulusan vokasi harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat,” tutur Cris.

Kemampuan belajar sepanjang hayat, lanjutnya, membutuhkan lingkungan pendidikan yang memadai. Infrastruktur pembelajaran, baik fisik maupun digital, menjadi penting untuk mendukung proses belajar dan memperluas akses terhadap pendidikan vokasi berkualitas.

Cris Kuntadi di Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Polteknaker di Jakarta. (Biro Humas Kemnaker)
Sebesar-besarnya Manfaat

Selain itu, tata kelola institusi harus memastikan sumber daya pendidikan digunakan secara efektif, transparan, dan akuntabel. Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan vokasi diukur dari manfaat yang diberikan lulusan setelah memasuki dunia kerja dan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya berapa banyak lulusan, tetapi seberapa besar manfaat yang mereka berikan,” tegas Cris.

Ia berharap Dies Natalis ke-9 menjadi momentum bagi Polteknaker untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dunia kerja.

“Saya berharap Polteknaker dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing tinggi sehingga mampu berkontribusi dalam transformasi ketenagakerjaan Indonesia,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *