Berapa Lama Janin Bisa Bertahan Setelah Pecah Ketuban?
Jika usia kandungan 24-34 minggu, dokter biasanya menyarankan untuk menunggu persalinan dalam beberapa minggu kedepan agar janin berkembang lebih sempurna. Namun, setelah kehamilan berusia 37 minggu, janin bisa bertahan 24-48 jam setelah pecah ketuban.
Namun yang perlu diingat adalah, segeralah ke rumah sakit terdekat jika merasa ketuban Anda pecah atau merembes. Hal ini agar petugas medis bisa memantau secara berkala ada atau tidaknya infeksi yang terjadi.
Namun Anda tidak perlu khawatir bila janin terlalu aktif menendang-nendang. Karena hal ini tidak akan menyebabkan pecah ketuban.
Sebaliknya, air ketuban bisa pecah kalau ada rangsangan atau inflamasi (radang), sehingga ketuban tidak elastis lagi dan akhirnya pecah.
Umumnya, ketuban pecah dibarengi dengan kontraksi. Namun, ada kalanya air ketuban pecah tanpa sang ibu mengalami kontraksi.
Air ketuban pecah tanpa kontraksi bisa disebabkan karena:
- Kehamilan pertama sehingga ibu butuh waktu lebih lama untuk kontraksi
- Kontraksi sangat halus sehingga tidak dirasakan ibu
Jika hal ini terjadi, segera ke rumah sakit terdekat untuk meminimalkan resiko infeksi pada janin.

Berapa Jumlah Air Ketuban yang Normal?
Oligohydramnios: Air ketuban kurang dari 5 cm
Normal: 5-25 cm
Polyhydramnios: Lebih dari 25 cm
Air ketuban yang kurang atau lebih memiliki resiko, seperti: kontraksi, kelahiran premature, dan pecah dini.
Bagaimana Bayi Bisa Keracunan Air Ketuban?
Bayi keracunan air ketuban jika ia menelan ketuban yang telah bercampur dengan mekonium (tinja awal bayi).
Bayi keracunan air ketuban bisa menyebabkan:
- Persalinan jauh melewati HPL (Hari Perkiraan Lahir)
- Kekurangan oksigen
- Diabetes pada ibu hamil
- Sulitnya persalinan
- Tekanan darah tinggi/preeklamsia
- Air ketuban terlalu banyak/sedikit
- Pertumbuhan janin terhambat
Bayi bisa keracunan air ketuban jika ia “stres” di dalam rahim
Perbedaan Air Ketuban dan Urin
Air Ketuban: tidak berbau, keluar terus menerus, berwarna bening atau cenderung merah muda
Urin: berbau khas, keluarnya bisa ditahan, berwarna kekuningan
Semoga informasi mengenai air ketuban ini bisa bermanfaat.







