Sri Untari Dorong Pengurus Kopwan Malang Raya Adaptif Manfaatkan AI dan Waspadai Kejahatan Siber

Malanginspirasi.com – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Tokoh Koperasi Nasional, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.MAP., mendorong para pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) Malang Raya untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan koperasi sekaligus menghadapi persaingan di era digital.

“Transformasi digital tersebut dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber,” katanya saat menjadi pembicara dalam sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan AI bagi pengurus Koperasi Wanita Malang Raya.

Pengurus koperasi perlu memiliki kesadaran digital yang kuat untuk melindungi organisasi, keluarga, data pribadi, hingga keamanan transaksi perbankan.

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang.

Pelatihan ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan digitalisasi yang semakin memengaruhi tata kelola lembaga dan dunia usaha.

“Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu pengurus koperasi bekerja lebih efektif dan efisien, sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar,” paparnya.

Baca Juga:

Belajar dari Kopsyah BMI Group Tangerang, Bukit Manik Model Wisata Berbasis UMKM dan Kerakyatan

Dalam pengelolaan administrasi, misalnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun draf laporan keuangan, rencana kerja, hingga bahan evaluasi program.

Teknologi tersebut, ia katakan, juga dapat digunakan untuk membantu pemantauan kinerja operasional, analisis data, penyusunan strategi penguatan keuangan, serta pengembangan jaringan kerja sama.

Dalam sesi praktikum, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan instruksi atau prompt yang jelas dan presisi kepada AI.

Ketepatan instruksi menjadi salah satu faktor penting agar hasil yang diperoleh dapat lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan koperasi.

Bagi Ketua Umum Koperasi Setia Budi Wanta ini , kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kebutuhan bagi pengurus koperasi wanita.

“Modernisasi pengelolaan koperasi tidak hanya berkaitan dengan efisiensi pekerjaan, tetapi juga dengan upaya menjaga akuntabilitas organisasi agar tetap mampu berkembang di tengah perubahan zaman,” lanjutnya.

Waspadai Deepfake hingga Ancaman Data Pribadi

Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi, Sri Untari bersama para narasumber juga mengingatkan adanya risiko yang perlu diantisipasi.

Pengurus Kopwan diminta tidak hanya memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga mengenali berbagai potensi kejahatan yang berkembang di ruang digital.

Salah satunya adalah penipuan berbasis suara maupun video palsu (deepfake).

Selain itu, pengurus juga perlu mewaspadai penyebaran berita bohong (hoax), pencurian atau penyalahgunaan data pribadi, serta berbagai ancaman terhadap keamanan transaksi perbankan.

Karena itu, literasi dan kesadaran digital dinilai menjadi bagian penting dalam proses transformasi koperasi. Pengurus diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Melalui kegiatan tersebut, para pengurus Kopwan Kabupaten Malang diharapkan semakin terampil menggunakan teknologi untuk mendukung kemajuan koperasi.

Pada saat yang sama, mereka juga diharapkan memiliki digital awareness yang kuat untuk menjaga keamanan aset lembaga maupun keluarga.

Dengan demikian, digitalisasi koperasi tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola koperasi yang lebih adaptif, efektif, aman, dan akuntabel.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *