Malanginspirasi.com – Acara Chinese Festival (Chifest) 2026 Universitas Ma Chung tak hanya menawarkan hiburan dalam bentuk pelestarian budaya, tetapi juga pemberian beasiswa, penguatan pusat pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok, hingga dukungan terhadap pengembangan museum sejarah.
Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Wawan Eko Yulianto, Ph.D mengatakan Konsulat Jenderal Tiongkok dari Surabaya hadir untuk membuka acara.
“Tidak hanya datang untuk membuka, tetapi juga memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa dari program studi Bahasa Mandarin, dengan total beasiswa sebesar Rp25 juta,” ujar Wawan.

Selain beasiswa, dukungan juga diberikan dalam bentuk buku yang nantinya digunakan untuk memperkuat pusat pembelajaran bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok di lingkungan perpustakaan Universitas Ma Chung.
Koleksi tersebut diharapkan dapat menambah sumber pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus masyarakat yang ingin mendalami bahasa dan budaya Tiongkok.
“Convergence menjadi penting karena budaya berkembang melalui perjumpaan. CHIFEST memberikan ruang bagi generasi muda untuk melihat bahwa budaya Tionghoa dan Indonesia bukan dua dunia yang berdiri sendiri. Keduanya telah berinteraksi dan saling memperkaya selama bertahun-tahun. Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengalami, memahami, dan meneruskan harmoni tersebut.”
Baca Juga:
Keseruan ChiFest 2026 makin semarak dengan bazaar Kuliner CHIFEST menghadirkan beragam makanan Indonesia, Tionghoa, dan Peranakan, baik halal maupun non-halal yang mencerminkan perjalanan akulturasi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Area kuliner akan dibagi secara jelas antara tenant halal dan non-halal untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung.
Berbagai kompetisi turut melengkapi festival, mulai dari lomba menyanyi lagu Mandarin, cerdas cermat, video pendek, mewarnai dan mengurutkan angka Mandarin, hingga Tingxue (听写).
Tak hanya menghadirkan kegiatan budaya dan edukasi, pelaksanaan tahun ini juga dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan.
Layanan tersebut menjadi tambahan program dibandingkan pelaksanaan sebelumnya







