Malanginspirasi.com – Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) terus memperkuat kinerja usaha dan pelayanan kepada anggota di tengah perjalanan tahun 2026 dimana capaian kinerja koperasi secara keseluruhan telah mencapai 96 persen di caturwulan kedua.
Evaluasi sekaligus penguatan strategi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Pembekalan Pembina Pendamping Lapangan (PPL) Koperasi SBW yang dipimpin langsung Ketua Umum Koperasi SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.
Rapat tersebut diikuti tujuh pengurus, tiga pengawas, 17 PPL, dan dua Kepala Seksi (Kasie). Sejumlah agenda dibahas, mulai dari persiapan turun kelompok, evaluasi kinerja usaha caturwulan kedua, mitigasi risiko, hingga penyusunan rencana kerja untuk tahun mendatang.
Dalam arahannya, Sri Untari menyampaikan bahwa capaian 96 persen tersebut menjadi modal penting untuk terus mengoptimalkan kinerja koperasi. Evaluasi secara lebih mendalam dilakukan, terutama pada lini bisnis Simpan Pinjam yang menjadi salah satu perhatian utama.
Di sisi lain, unit usaha rent car dan cafe memberikan kontribusi positif terhadap capaian operasional koperasi. Upaya efisiensi juga terus dilakukan dan berhasil menekan beban usaha hingga 2 persen.
Baca Juga:
Sri Untari Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif Kota Malang
Untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah transaksi anggota, Koperasi SBW mendorong pemanfaatan layanan digital SAMKOPI dan Fastpay. Sosialisasi penggunaan kedua layanan tersebut akan diperkuat melalui para PPL di kelompok dampingan masing-masing.
Koperasi SBW juga menghadirkan inovasi melalui program paket sembako dengan harga yang relatif terjangkau. Paket tersebut antara lain mencakup beras SPHP dengan pilihan paket senilai Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.
Para PPL diminta berperan aktif dalam menyosialisasikan program tersebut sekaligus memantau partisipasi anggota di masing-masing kelompok.
Pertemuan Kelompok Mulai Manfaatkan Teknologi
Selain mendorong kinerja bisnis, Koperasi SBW mulai mengoptimalkan teknologi untuk menjawab tantangan mobilitas anggota. Salah satunya dengan melakukan uji coba pertemuan kelompok secara hybrid.
Para PPL diimbau membantu Penanggung Jawab (PJ) kelompok dalam memanfaatkan platform seperti Google Meet maupun Zoom. Sistem presensi digital juga mulai diperkenalkan untuk mendukung tertib administrasi dan pencatatan kehadiran anggota.
Meski demikian, Sri Untari menegaskan bahwa digitalisasi tidak berarti menghilangkan interaksi secara langsung. Pertemuan tatap muka tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan kelompok, termasuk sebagai salah satu pertimbangan dalam proses analisis kelayakan pinjaman.
“Pertemuan virtual bisa dilakukan untuk mempermudah partisipasi, namun pertemuan tatap muka tetap wajib dilakukan berkala. Kehadiran anggota menjadi poin penting dalam analisis kelayakan pinjaman,” tegas Sri Untari.
Perkuat Manfaat Sosial bagi Anggota
Kinerja Koperasi SBW tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis. Koperasi juga terus memperkuat berbagai program manfaat sosial yang diberikan kepada anggota dan keluarganya.
Sepanjang Agustus 2026, sejumlah manfaat telah disalurkan, antara lain bantuan rawat inap bagi puluhan anggota dan keluarga, santunan duka, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta fasilitas kapitasi kesehatan DPP.
Program sosial dan kesehatan tersebut akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat, Koperasi SBW dijadwalkan menggelar program Prolanis pada 25 September 2026.
Koperasi SBW juga akan membuka pendaftaran fasilitas pinjaman pendidikan bagi putra-putri anggota yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Melalui pembekalan PPL, Koperasi SBW berharap petugas lapangan semakin mampu menjalankan perannya sebagai penghubung antara pengurus dan anggota.
PPL juga dituntut memiliki data yang kuat, membantu menertibkan administrasi kelompok, serta memastikan informasi dari koperasi dapat tersampaikan secara efektif hingga tingkat kelompok.
Penguatan fungsi PPL tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus membantu Koperasi SBW mencapai target usaha yang telah ditetapkan hingga akhir 2026.







