Saminten Cup III di Kota Malang Rayakan Kebersamaan Klub Tenis Lintas Profesi

Komunitas21 views

Malanginspirasi.com – Komunitas tenis Saminten (Sabtu-Minggu Tenis) menggelar Saminten Cup III sebagai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Malang sekaligus memperingati hari jadi klub yang ke-16.

Turnamen internal tersebut memasuki partai puncak dengan pertandingan semifinal dan final yang berlangsung pada Minggu (13/9/2026) di lapangan tenis tempat komunitas Saminten beraktivitas di Kota Malang.

Saminten Cup III digelar selama kurang lebih dua pekan.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat silaturahmi para anggota yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.

Pembina Klub Saminten, Eko, mengatakan turnamen tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus hari jadi Saminten.

“Ini yang ketiga. Alhamdulillah hari ini sudah masuk partai final. Sebelumnya pertandingan sudah berlangsung sekitar dua minggu, mulai dari babak awal hingga semifinal dan final,” ujar Eko.

Baca Juga:

PWI Jatim Sumbang Medali Emas Porwanas XIV Cabor Tenis Meja

Menurut Eko, kompetisi Saminten tidak hanya mengejar kemenangan. Para peserta juga memperebutkan hadiah hiburan, piala tetap, serta piala bergilir yang menjadi bagian dari tradisi turnamen.

Silaturahmi Lebih Utama daripada Kemenangan

Bagi komunitas Saminten, tenis menjadi sarana untuk membangun kebersamaan. Semangat tersebut tercermin dalam prinsip yang menjadi identitas komunitas, yakni silaturahmi, rekreasi, bermain tenis, menyadari bahwa kemenangan bukan segalanya, serta menjaga kesehatan.

“Menang belum pasti, yang pasti kita silaturahmi,” tegasnya.

Semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan perjalanan bersama. Selama ini, anggota Saminten telah melakukan sekitar 24 kegiatan ke luar daerah. Sejumlah destinasi yang pernah dikunjungi di antaranya Mandalika, Bali, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Blitar, Kediri, Madiun, Magelang hingga Yogyakarta.

“Ini sudah sekitar 24 kali kita melakukan kegiatan keluar daerah. Kita pernah sampai Mandalika. Akhir tahun ini rencananya ke Banjarmasin,” ungkap Eko.

Di tengah aktivitas olahraga dan rekreasi, kesehatan menjadi salah satu alasan penting anggota tetap aktif bermain tenis. Mayoritas anggota Saminten telah berusia di atas 60 tahun dan sebagian besar merupakan pensiunan.

“Mayoritas anggota sudah di atas 60 tahun karena banyak yang sudah pensiun. Dengan olahraga ini kita tetap sehat dan aktif,” jelasnya.

16 Tahun Berdiri, Saminten Berkembang Jadi Keluarga Besar

Ketua Saminten, Anto, menjelaskan komunitas tersebut telah berdiri selama 16 tahun. Nama Saminten merupakan singkatan dari Sabtu-Minggu Tenis, merujuk pada kebiasaan anggota memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga sekaligus berkumpul.

“Saminten itu Sabtu-Minggu Tenis. Ini berawal sekitar 16 tahun lalu. Pada Agustus 2026 ini kami merayakan ulang tahun Saminten yang ke-16,” kata Anto.

Selama 16 tahun berjalan, Saminten tidak hanya berkembang sebagai komunitas olahraga. Berbagai kegiatan sosial dan aktivitas bersama juga menjadi bagian dari perjalanan komunitas tersebut.

Kegiatan itu antara lain bakti sosial di lingkungan sekitar, membersihkan musala dan lingkungan, serta perjalanan bersama ke sejumlah daerah di luar Kota Malang.

“Kami juga melakukan bakti sosial di lingkungan. Kami bersih-bersih musala, bersih-bersih lingkungan, kemudian pernah ke Batu, menginap di agrowisata, dan juga membuka turnamen internal Saminten,” ujarnya.

Saat ini, jumlah anggota tetap Saminten berkisar antara 23 hingga 30 orang. Namun, ikatan komunitas tidak hanya terbentuk di antara para pemain.

Keluarga anggota, terutama para istri, juga kerap mengikuti berbagai kegiatan dan perjalanan Saminten. Kondisi tersebut membuat hubungan antaranggota semakin erat dan berkembang layaknya sebuah keluarga besar.

“Kami menjadi keluarga besar karena ibu-ibunya juga ikut. Jadi ke mana pun kami pergi, keluarga besar Saminten ikut bersama,” tuturnya.

Kegiatan bersama Saminten pun berlangsung dengan konsep sederhana, yakni piknik, kuliner, dan bermain tenis.

“Alhamdulillah eksistensi Saminten diperhitungkan, dalam arti kami terus menjaga silaturahmi. Kami itu piknik, kuliner, main tenis,” kata Anto.

37 Pemain Ikuti Saminten Cup III

Saminten Cup III tahun ini khusus mempertandingkan anggota internal klub. Sebanyak 37 pemain ambil bagian, terdiri atas 29 pemain putra dan delapan pemain putri.

Para peserta berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pensiunan hakim, purnawirawan TNI Angkatan Darat, aparatur pemerintahan, hingga anggota yang masih aktif bekerja.

Eko sendiri merupakan pensiunan hakim yang saat ini dipercaya sebagai pembina Klub Saminten.

Selain turnamen tenis, Saminten memiliki tradisi lain dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI, yakni menggelar upacara bendera setiap 17 Agustus di lapangan tenis.

Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kebersamaan para anggota.

Sasmito-Ari Raih Juara Saminten Cup III

Setelah melewati rangkaian pertandingan selama kurang lebih dua pekan, Saminten Cup III menghasilkan sejumlah pasangan terbaik.

Pasangan Sasmito dan Ari berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi juara kedua ditempati pasangan Eko dan Defri.

Sementara itu, pasangan Baihaqi dan Purnomo meraih juara ketiga. Sedangkan pasangan Narko dan Mamat menempati posisi keempat.

Bagi Saminten, hasil pertandingan merupakan bagian dari dinamika kompetisi. Lebih dari sekadar mencari pemenang, turnamen tersebut kembali menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan antaranggota yang berasal dari lintas profesi dan generasi.

Jaga Kekompakan dan Semangat Seduluran

Memasuki usia ke-16, Anto berharap seluruh anggota Saminten terus menjaga kekompakan dan semangat persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi komunitas.

Menurutnya, tenis memang menjadi sarana untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Namun, hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun merupakan nilai yang harus terus dipertahankan.

“Buat anggota, saya kira tetap jaga kekompakan. Karena kita ini seduluran. Kita menjaga kesehatan, dan seduluran ini harus kita jaga sebaik-baiknya,” kata Anto.

Ia pun bersyukur kebersamaan para anggota Saminten hingga kini tetap terjaga.

“Alhamdulillah kami kompak,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *