Eksplorasi Kopi Nusantara, Empat Mahasiswa Jepang Ikuti Summer Course di UMM

Pendidikan23 views

Malanginspirasi.com – Sebanyak empat mahasiswa dari Shimonoseki City University, Jepang, mengikuti program Summer Course yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 7–11 September 2026.

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta diajak mendalami ekosistem kopi Indonesia secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

Fokus pada komoditas kopi dipilih karena nilainya yang strategis sebagai produk khas Indonesia yang tidak bisa dibudidayakan secara alami di Jepang.

Selain menerima materi di dalam kelas, para mahasiswa asing ini terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari budidaya, proses pengeringan, pengolahan, hingga rantai distribusi kopi.

Salah satu peserta dari Jurusan Ekonomi Shimonoseki City University, Ikkei Ando, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berinteraksi langsung dengan warga lokal dan mendapat wawasan baru.

”Saya belajar banyak hal tentang biji kopi Indonesia. Saya tidak hanya belajar mengenai produknya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para petani dan pengelola kafe untuk memahami bagaimana rantai distribusinya,”

Lewat kegiatan lapangan ini, para mahasiswa juga diajak merumuskan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi petani.

Ketika berdialog dengan petani kopi di daerah Wonosantri, Singosari, mereka menemukan kendala pada proses pengeringan biji kopi yang masih dilakukan secara manual dan menyita banyak tenaga.

Baca Juga:

Berdiri Sejak 1964, FH UMM Lewati Enam Dekade Perjalanan Sejarah Pendidikan Hukum

Guna mengatasi persoalan tersebut, mereka menggagas inovasi berupa Open Rack System.

Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pemindahan rak pengering dengan dukungan sensor pemantau suhu serta kelembapan secara presisi.

Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban kerja petani sekaligus menjaga kualitas biji kopi agar tetap konsisten.

Akademisi dari Shimonoseki City University, Prof. Shinji Okazaki, menekankan pentingnya metode problem-based learning dalam mengasah kepedulian sosial mahasiswa.

”Penelitian bukanlah kegiatan yang hanya bertujuan memperoleh pengetahuan, melainkan tindakan menggunakan pengetahuan tersebut secara nyata demi sesama manusia, masyarakat, dan bumi,” tegas Prof. Shinji.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan I FPP UMM, Mochammad Wachid, S.TP., M.Sc., menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan internasional kampus.

Di samping mengenalkan kopi rakyat, FPP UMM turut memamerkan inovasi Kopi Gajah yang dikembangkan dari riset dosen internal.

”Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk merawat kerja sama internasional agar melahirkan ide baru dalam kolaborasi penelitian, pengabdian, maupun bisnis. Harapannya, kualitas pendidikan UMM kian direkognisi secara masif di tingkat global,” pungkas Wachid.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *