Mahasiswa KKN FBiPK UB Edukasi Siswa SD Jadi “Pahlawan Air Cilik”

Pendidikan8 views

Malanginspirasi.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) mengajak siswa sekolah dasar peduli terhadap kelestarian sumber daya air melalui program “Pahlawan Air Cilik”. Kegiatan yang digelar di SDN 01 Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dikemas dengan edukasi interaktif, praktik penyaringan air sederhana, dan permainan edukatif.

Program yang dilaksanakan Senin, 20 Juli 2026, diikuti 60 siswa kelas 5 berusia 9–11 tahun. Mereka dibagi menjadi enam kelompok dan didampingi wali kelas serta mahasiswa KKN sebagai fasilitator.

Program Pahlawan Air Cilik dilatarbelakangi pentingnya membangun kesadaran mengenai penggunaan dan pelestarian sumber daya air sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti membiarkan keran tetap terbuka maupun membuang sampah sembarangan dapat berkontribusi terhadap pemborosan dan pencemaran air. Karena itu, usia sekolah dasar dipandang sebagai fase penting untuk mulai membentuk karakter dan kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.

Dosen pendamping kegiatan yakni Imaniar Ilmi Pariasa, S.P., M.P. menekankan bahwa edukasi mengenai air memiliki relevansi yang kuat dengan karakteristik Kecamatan Bumiaji sebagai salah satu kawasan penting bagi keberlanjutan sumber daya air di Kota Batu.

“Wilayah Kecamatan Bumiaji adalah sumber air dan penghidupan bagi Kota Batu. Maka kami rasa penting mengedukasi masyarakat yang kali ini diwakili oleh siswa SD di Punten untuk bijak dalam penggunaan air bersih. Pendekatan pembelajaran sengaja dibuat menarik sesuai usia sasaran pengabdian masyarakat, agar peserta paham dan berkenan menjadikannya sebagai budaya sehari-hari,” ungkap Risa.

Belajar Menjadi “Pahlawan Air”

Tidak sekadar menyampaikan materi di dalam kelas, mahasiswa KKN FBiPK UB menggunakan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat, mencoba, dan memahami secara langsung berbagai praktik sederhana dalam menjaga kualitas serta keberlanjutan sumber daya air.

Kegiatan diawali dengan pengenalan siklus air. Mulai dari proses terjadinya siklus air hingga bagaimana air dapat tersedia dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi, media visual, serta video edukatif. Melalui sesi tersebut, siswa diajak memahami bahwa air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari suatu siklus yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui pengenalan konsep “Monster Air” dan “Pahlawan Air”. Melalui visualisasi yang mudah dipahami anak, mahasiswa memperkenalkan dua kelompok perilaku. Kebiasaan yang berpotensi merusak lingkungan dan sumber daya air sebagai “Monster Air”, serta kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan sebagai “Pahlawan Air”. Konsep tersebut juga dikembangkan dalam bentuk buku cerita edukasi Monster dan Pahlawan Air.

Salah satu sesi yang menarik perhatian siswa adalah simulasi penyaringan air sederhana. Para siswa tidak hanya menyaksikan demonstrasi. Tetapi juga diajak mempraktikkan pembuatan alat filtrasi menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, antara lain botol bekas, pasir, kerikil, arang, dan kapas. Praktik tersebut menjadi media untuk mengenalkan prinsip dasar penyaringan sekaligus mendorong kreativitas siswa dalam memahami upaya menjaga kualitas air.

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan ditutup dengan games edukatif “Benar atau Salah”. Melalui kuis dan kartu bergambar, siswa diminta mengidentifikasi berbagai tindakan yang termasuk perilaku “Monster Air” maupun “Pahlawan Air”. Permainan tersebut sekaligus digunakan untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi yang telah diberikan selama kegiatan.

Para siswa SDN 01 Desa Punten belajar menjaga sumber daya air melalui program interaktif “Pahlawan Air Cilik”. (Ist)
Mulai Terlihat dalam Kebiasaan Siswa

Pendekatan pembelajaran yang interaktif mendapatkan respons positif dari pihak sekolah. Wali kelas 5 SDN 01 Desa Punten, Tanti, menilai variasi demonstrasi yang diberikan mahasiswa membuat siswa lebih mudah memahami materi. Menurutnya, perubahan bahkan mulai terlihat dari kebiasaan siswa dalam menggunakan air.

“Melalui metode demonstrasi yang bervariasi dari mahasiswa KKN Universitas Brawijaya, anak-anak kelas 5 jadi lebih mudah paham dan bersemangat belajar menyaring air kotor menjadi jernih. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan terbukti membawa dampak positif, di mana anak-anak kini jauh lebih berhemat dalam menggunakan air saat berwudhu,” ujar Tanti.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SDN 01 Desa Punten, Lilis Iswanti, S.Pd. Ia menilai kombinasi sosialisasi dan praktik filtrasi membuat materi mengenai air lebih mudah diterima siswa.

“Sosialisasi dan praktik filtrasi air dari mahasiswa KKN Universitas Brawijaya sangat bermanfaat dan dikemas dengan metode yang bervariasi. Anak-anak jadi lebih mudah paham cara menyaring air kotor menjadi jernih. Bahkan dampaknya langsung terlihat dari sikap mereka yang kini jauh lebih berhemat air saat berwudhu,” ujar Lilis.

Melalui Pahlawan Air Cilik, mahasiswa KKN FBiPK UB berharap pembelajaran tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari. Sehingga siswa dapat menjadi agen perubahan sederhana di sekolah, keluarga, maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya #UniversitasBrawijayaSDG4 – Pendidikan Berkualitas melalui penguatan literasi lingkungan dengan pembelajaran aktif serta #UniversitasBrawijayaSDG6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui peningkatan kesadaran generasi muda terhadap kualitas, ketersediaan, dan keberlanjutan sumber daya air.

Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak, Pahlawan Air Cilik membawa pesan sederhana bahwa menjaga keberlanjutan sumber daya air tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar. Menghemat air, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan air secara bertanggung jawab dapat menjadi kebiasaan kecil yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan Kota Batu di masa depan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *