Perkuat Penjaminan Mutu hingga Hilirisasi Riset, Polbangtan Yoma Gelar Benchmarking ke FTAB UB

Pendidikan22 views

Malanginspirasi.com – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) melangsungkan kunjungan studi tiru ke Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB), Rabu (4/11/2026).

Rombongan yang dipimpin Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Dr. Endah Puspitojati, S.TP., M.P., memboyong 21 peserta lintas unit mulai dari pimpinan, ketua jurusan, prodi, hingga pengelola penjaminan mutu dan Teaching Factory (TEFA).

Kunjungan ini difokuskan untuk membedah tiga fondasi utama FTAB UB, meliputi tata kelola penjaminan mutu internal, komersialisasi dan hilirisasi riset, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa.

Dr. Endah menyampaikan bahwa reputasi FTAB UB yang telah memegang predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI WBBM) serta mayoritas prodi terakreditasi internasional dan Unggul menjadi alasan utama penunjukan lokasi *benchmarking*.

“Kami datang ke FTAB UB karena kami melihat tiga kekuatan utama di sini yang ingin kami tiru: sistem penjaminan mutu yang berjalan konsisten, penelitian yang tidak berhenti di jurnal tetapi sampai ke hilirisasi, dan mahasiswa yang dibina menjadi wirausaha. Kami ingin belajar langsung, bukan hanya dari dokumen,” ujar Dr. Endah.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman pengelolaan sistem di fakultasnya.

“Selamat datang di FTAB UB. Kami sangat terbuka untuk berbagi. Bagi kami, mutu tidak dibangun dalam waktu singkat. Mutu itu dibangun melalui sistem yang dijalankan bersama, riset yang berdampak, dan mahasiswa yang berani berwirausaha,” ujar Prof. Yusuf.

“Kami berharap pengalaman FTAB UB dapat menjadi inspirasi bagi Polbangtan Yoma dalam mewujudkan visinya menjadi politeknik unggul bertaraf internasional pada tahun 2035,” tambahnya.

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FTAB UB, Endrika Widyastuti, Ph.D., turut memaparkan gambaran umum jejaring fakultas yang telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 60 institusi dalam dan luar negeri, industri, serta lembaga riset.

“Jejaring ini menjadi fondasi penting bagi FTAB UB untuk menjaga mutu pendidikan. Dari jejaring ini pula terbuka peluang kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dan pengembangan produk hilirisasi,” jelas Endrika.

Endrika juga memperkenalkan skema insentif internal terbaru yang dirancang untuk mempercepat penguatan inovasi agar siap masuk ke pasar.

“Prime CoE Grant adalah strategic grant yang kami desain untuk membantu dosen mengubah inovasi menjadi market ready product. Kami tidak hanya ingin produknya jadi, tetapi juga menguji apakah produk itu bisa diterima oleh konsumen,” ujar Endrika.

Pada sesi teknis penjaminan mutu, Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FTAB UB, Dr. Nur Ida Panca, STP., MP., mendetailkan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis siklus PPEPP dan Audit Mutu Internal (AMI) secara rinci.

“SPMI di FTAB UB bukan hanya dokumen. Melalui siklus PPEPP, kami memastikan kurikulum, proses pembelajaran, hingga layanan mahasiswa berjalan sesuai standar, terdokumentasi, dan terus ditingkatkan,” tegas Nur Ida.

“Konsistensi inilah yang mengantarkan FTAB UB meraih akreditasi Unggul dan mempertahankan prestasi akademik di tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) FTAB UB, Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., memaparkan strategi pengelolaan riset agar berorientasi pada produk fungsional yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan industri.

“Kami di FTAB UB mendorong penelitian agar tidak berhenti di publikasi. Riset harus siap dihilirisasi, menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Jadi tidak berhenti di laboratorium tapi sebaiknya harus bisa diterima masyarakat dan terutama fungsional,” ujar Nur Lailatul.

Baca Juga:

Kerja Sama FTAB UB dan PLUT Kota Batu Kembangkan Teknologi Freeze Drying untuk Produksi Tepung Fungsional Berbasis Bahan Alam

“Banyak riset FTAB UB telah menghasilkan produk pangan fungsional dan teknologi agroindustri yang dikembangkan bersama mitra industri. Keberhasilan hilirisasi ini memperkuat posisi FTAB UB sebagai fakultas yang risetnya berdampak nyata, bukan sekadar di atas kertas,” jelasnya.

Rangkaian pemaparan diakhiri dengan strategi penciptaan wirausaha muda berbasis riset dan inkubasi bisnis.

Pembinaan ini disiapkan guna mendorong lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga pembuat lapangan kerja.

“Mahasiswa kami tidak hanya kami siapkan untuk bekerja. Kami siapkan mereka untuk menciptakan lapangan kerja melalui startup, inkubasi bisnis, dan pendampingan usaha berbasis riset,” ujar Prof. Yusuf.

Melalui agenda studi tiru ini, kedua institusi berharap kolaborasi antarperguruan tinggi berbasis pertanian dan vokasi dapat semakin solid demi meningkatkan mutu pendidikan serta dampak riset nasional.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *