Pentingnya Kesehatan Mental: Ini Pesan Kaprodi S3 Psikologi UMM di Dies Natalis ke-2

Oleh: Happy D

Pendidikan16 views

Malanginspirasi.com – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kesehatan mental, Program Doktor Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ilmu yang berdampak bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kaprodi S3 Psikologi UMM, Prof. Tulus Winarsunu, dalam perayaan Dies Natalis ke-2 Doktor Psikologi UMM.

Prof. Tulus menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dua tahun prodi yang terus tumbuh dan mulai membangun fondasi akademik yang penting.

Pencapaian paling membanggakan pada Dies Natalis kali ini adalah peluncuran jurnal ilmiah Mens Sana: Journal of Mental Health and Human Flourishing yang telah resmi memperoleh ISSN online 3165-1496.

“Bagi kami, pertambahan usia perlu diikuti pertambahan manfaat. Karena itu, perayaan ini mempertemukan kegiatan akademik, olahraga, dan kepedulian sosial. Pesan kami sederhana: ilmu harus berkembang, dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” ujar Prof. Tulus Winarsunu kepada wartawan.

Perayaan Dies Natalis ke-2 ini dikemas secara inklusif dengan melibatkan sekitar 80 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, pegawai UMM, hingga masyarakat umum.

Kegiatan meliputi fun run dan kampanye kesehatan mental bersama para pegiat kesehatan mental di Malang Raya.

Animo Tinggi S3 Psikologi UMM Tak Lepas dari Isu Kesehatan Mental

Menanggapi tingginya animo pendaftar S3 Psikologi UMM yang baru berusia dua tahun, Prof. Tulus menilai hal tersebut merupakan pertemuan antara kebutuhan pengembangan keilmuan dan meningkatnya kesadaran publik akan kesehatan mental.

Menurutnya, peminat tidak hanya ingin memahami persoalan manusia secara mendalam, tetapi juga mencari pendekatan yang aplikatif di lingkungan kerja dan masyarakat.

“Dari sisi media, kesehatan mental memang menjadi tema yang mendapat banyak perhatian. Menurut saya, perhatian itu merupakan pintu masuk yang baik. Tugas perguruan tinggi adalah membantu agar percakapan publik tersebut semakin ditopang pengetahuan dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fokus kesehatan mental masyarakat yang dikembangkan Doktor Psikologi UMM memberi ruang untuk melihat manusia dalam konteks nyata: di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas.

Kedekatan dengan persoalan sehari-hari inilah yang membuat program ini relevan dan menarik.

Jurnal Mens Sana Bukan Jurnal Internal, Target Bereputasi Internasional

Peluncuran jurnal dipilih sebagai momen utama Dies Natalis karena pendidikan doktor bertumpu pada penelitian dan pengembangan ilmu.

Kaprodi S3 Psikologi UMM Prof. Tulus Winarsunu (nomor dua dari kiri) dan Prof. Latipun (tiga dari kiri) bersama para dosen, mahasiswa Program Doktoral usai launching jurnal ilmiah Mens Saja: Jurnal of Mental Health and Human Flourishing (Istimewa)

Penelitian, kata Prof. Tulus, membutuhkan ruang publikasi agar hasilnya dapat dibaca, ditelaah, dan dikembangkan oleh komunitas ilmiah.

Jurnal Mens Sana diinisiasi oleh prodi dan dikelola dengan keterlibatan mahasiswa S3 Psikologi UMM yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Karena itu, jurnal ini bukan bersifat internal, melainkan dirancang sebagai wadah ilmiah terbuka bagi peneliti dari berbagai institusi.

“Artikel tetap harus melalui proses seleksi dan penelaahan berdasarkan kualitasnya,” tegasnya.

Pembina jurnal, Prof. Latipun, Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas diperolehnya ISSN online 3165-1496 dan menyiapkan tahapan menuju jurnal internasional bereputasi.

Jejaring mahasiswa lintas perguruan tinggi menjadi modal untuk menjangkau penulis dan memperkaya topik.

Langkah berikutnya adalah menjaga keteraturan penerbitan, memperkuat kualitas penelaahan dan etika publikasi, serta memperluas jejaring editor, reviewer, dan penulis.

Tujuan akhirnya adalah menjadi jurnal yang dipercaya, dirujuk, dan memberi sumbangan bagi pengembangan ilmu kesehatan mental.

Fokus Tahun Ketiga: Mutu, Budaya Menulis, dan Manfaat Nyata

Memasuki tahun ketiga, Doktor Psikologi UMM akan fokus pada tiga hal: memperkuat mutu pendidikan dan penelitian, membangun budaya publikasi, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa akan mendapatkan pendampingan intensif agar disertasinya memiliki kebaruan, kuat secara metodologis, dan dapat diselesaikan tepat waktu.

Selain itu, kerja sama dengan komunitas dan lembaga mitra akan diperkuat.

Salah satunya dengan Yayasan Indonesia Sehat Jiwa yang membuka ruang penelitian, edukasi, dan intervensi masalah kesehatan jiwa, termasuk intervensi krisis untuk pencegahan bunuh diri.

“Hubungan seperti ini penting agar persoalan di masyarakat dapat memperkaya penelitian, dan hasil penelitian dapat kembali memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Tulus.

Harapan untuk Lulusan dan Masyarakat

Di akhir wawancara, Prof. Tulus berharap lulusan Doktor Psikologi UMM menjadi ilmuwan yang peka terhadap kehidupan masyarakat.

Mereka harus mampu menghasilkan penelitian yang baik, menjelaskan pengetahuan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta bekerja sama lintas pihak.

Gelar doktor, menurutnya, membawa tanggung jawab untuk menjaga integritas dan memahami batas kompetensi.

Kepada masyarakat, ia berpesan bahwa kesehatan mental dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana seseorang menjalani keseharian, membangun hubungan, menghadapi kesulitan, dan menemukan makna hidup.

“Karena itu, keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas memiliki peran penting. Harapan kami, lulusan Doktor Psikologi UMM ikut membangun lingkungan yang lebih peduli, lebih memahami, dan lebih mendukung kesehatan mental setiap orang,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *