Malanginspirasi.com – Mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, yang kini menangani AC Milan, kembali menarik perhatian lewat candaan ringan yang mengundang tawa. Momen itu terjadi usai laga persahabatan pramusim di mana AC Milan mengalahkan Manchester United dengan skor 4-2 pada Sabtu (15/8/2026). Laga tersebut digelar di Stadion Tarczyński Arena Wrocław, Polandia.
Dalam pertandingan tersebut, Milan tampil superior dan berhasil menundukkan mantan klub Amorim. 2 gol MU dilesakkan Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Sementara 4 gol AC Milan dicetak masing-masing oleh Samuel Chukwueze, lphadjo Cisse, Gonçalo Ramos dan Ruben Loftus-Cheek.
Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi raksasa Italia itu di ajang pramusim, sekaligus memberi kesempatan bagi Amorim untuk bertemu kembali dengan sejumlah wajah lama di sisi lawan.
Saat meninggalkan stadion, Amorim sempat berinteraksi dengan sejumlah jurnalis Inggris, termasuk Simon Stone.
Dengan senyum lebar, pelatih asal Portugal itu bertanya, “Kalian merindukanku?”
Interaksi menghangat setelah seorang wartawan merespon.
“Ya. Kami merindukan konferensi persmu!” ujar si wartawan.
“Sekarang (konferensi pers) kalian membosankan,” jawab Amorim lalu tertawa lepas.
Pelatih berusia 41 tahun itu kemudian berjalan pergi sambil terus tersenyum. Ia sempat berpose dengan beberapa penggemar sebelum naik bus tim Milan.
Lebih Berwarna
Candaan tersebut merujuk pada gaya komunikasi Amorim selama 14 bulan di Old Trafford (November 2024–Januari 2026). Saat itu, konferensi persnya sering menjadi sorotan karena kejujuran yang blak-blakan, kritik terbuka terhadap tim sendiri, bahkan pernyataan kontroversial yang memicu headline besar. Salah satunya saat ia menyebut skuat United sebagai “mungkin yang terburuk dalam sejarah klub”.
Kini, di bawah pelatih Michael Carrick, suasana konferensi pers United dinilai lebih “formal” dan kurang dramatis.
Amorim sendiri dipecat pada Januari 2026 setelah serangkaian hasil kurang memuaskan serta ketegangan dengan jajaran pimpinan klub, termasuk pernyataan tajam pasca-imbang 1-1 melawan Leeds United.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik reputasi keras kepala soal taktik 3-4-2-1, Amorim punya sisi humoris yang tetap melekat.
Bagi jurnalis yang pernah meliputnya di Manchester, kehadirannya memang memberikan “warna” tersendiri yang menyediakan banyak bahan berita untuk ditulis. Dari sisi itu, Ruben Amorim memang dirindukan.







