Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa, Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Berita Utama15 views

Malanginspirasi.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya. Pelantikan digelar Senin (14/9/2026) sore di Istana Negara, Jakarta.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Purbaya Yudhi Sadewa, yang dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, hanya menjabat sekitar satu tahun. Sebelumnya, ia sempat menghadiri rapat kerja dengan Komite IV DPD RI pada pagi hari yang sama, sebelum akhirnya digantikan sore harinya.

Sementara itu, Suahasil Nazara (lahir 23 November 1970) merupakan ekonom berpengalaman dalam kebijakan fiskal nasional. Ia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 di era Presiden Joko Widodo dan dilantik kembali pada Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih.

Latar belakangnya mencakup gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Master of Science dari Cornell University, serta PhD dari University of Illinois Urbana-Champaign. Ia juga pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal.

Dengan pelantikan ini, Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan ketiga di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Usai dilantik, Suahasil menyatakan prioritasnya adalah menjaga kredibilitas anggaran negara.

“Saya akan terus menjalankan anggaran negara yang dapat dipercaya, memastikan komunikasi publik yang terpercaya, dan memastikan anggaran mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen menjaga defisit fiskal di bawah batas 3 persen PDB.

Pergantian ini terjadi di tengah tantangan ekonomi, termasuk downgrade outlook rating kredit Indonesia oleh sejumlah lembaga pemeringkat akibat ketidakpastian kebijakan dan rencana belanja fiskal.

Purbaya dikenal dengan gaya komunikasi yang blak-blakan dan mendorong kebijakan pro-pertumbuhan. Akan tetapi berbagai kebijakannya menghadapi tekanan dari pasar dan investor.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *