Malanginspirasi.com – Universitas Brawijaya (UB) memberikan bantuan keuangan dan satu unit laptop kepada calon mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Arya Yudhistira.
Bantuan ini untuk mendorong motivasinya saat menempuh pendidikan tinggi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Prof. Imam Santoso memberikan bantuan tersebut di kediaman Arya yang berlokasi di Jalan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
Prof. Imam Santoso mengatakan Arya terpilih sebagai penerima bantuan karena tergolong calon mahasiswa yang sangat membutuhkan dukungan ekonomi.
“Arya masuk melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), dan berasal dari keluarga yang berpenghasilan sangat terbatas,” ujar Prof. Imam.
Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat M.M. serta Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa UB Aulia Nur Mustaqiman Ph.D.
Baca Juga:
Raih Beasiswa LPDP, Alumni FK UB Ini Lolos Harvard University Jenjang Magister
Dosen FTAB UB Dampingi CV Sumber Pangan Lestari Menuju Sertifikasi GMP dan HACCP Internasional
Bantuan keuangan disalurkan melalui BAZIZ UB, sedangkan laptop disediakan oleh Brawijaya Multi Usaha (BMU) UB. Selain itu, Arya yang terdaftar sebagai penerima KIP-K dibebaskan dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta memperoleh bantuan biaya hidup.
“Pemerintah melalui UB memberikan perhatian kepada siswa-siswa yang membutuhkan agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga bantuan ini dapat meningkatkan prestasi Arya selama berkuliah di UB,” kata Guru Besar Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem tersebut.
Sementara itu, Arya mengaku bersyukur atas kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh pihak kampus terhadap kondisi keuangan keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan merasa sangat dihargai. Semoga ke depan saya bisa mengangkat derajat kedua orang tua saya,” tuturnya.
Ibunda Arya, Mardiah, juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan untuk pendidikan putranya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, utamanya untuk kuliah Arya. Saya yang bekerja seadanya dan ayahnya yang sakit selama enam tahun terakhir akan terus memberikan doa serta motivasi agar Arya menjadi anak yang berguna,” ungkap Mardiah.







