Jelang Peluncuran MMC Kabupaten Malang Jadi Pilot Project Nasional, Ini Kata Wabup Malang

Malanginspirasi.com – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, memimpin rapat koordinasi teknis menjelang peluncuran Malang Migrant Center (MMC) di Ruang T Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (10/8) siang.

Rapat yang berlangsung secara daring bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini untuk mematangkan berbagai persiapan menjelang kunjungan kerja Menteri Koordinator PMK, pada 20 Agustus.

Lathifah memberi perhatian serius pada kesiapan peluncuran MMC yang bukan hanya menjadi pusat layanan bagi PMI.

Namun juga mampu menjadi model perlindungan pekerja migran yang dapat diterapkan secara nasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyiapkan  model layanan yang diproyeksikan menjadi pilot project nasional dan nantinya dapat direplikasi di daerah-daerah lain yang menjadi kantong PMI.

Melalui MMC, Kabupaten Malang mencatatkan langkah strategis memperkuat perlindungan dan pelayanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“MMC ini diharapkan oleh Bapak Menko akan menjadi pilot project di Indonesia. Prototype yang ada di Kabupaten Malang ini nantinya akan diimplementasikan di kota atau kabupaten lain yang merupakan wilayah sumber atau penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia,” tegasnya seperti dikutip dari situs resmi Pemkab  Malang.

Menurut Lathifah, predikat sebagai pilot project nasional membawa tanggung jawab besar.

Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta memperkuat koordinasi dan memastikan setiap instrumen layanan MMC telah siap sebelum peluncuran.

MMC adalah hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Malang dan Universitas Brawijaya (UB) sebagai mitra pelaksana teknis.

Persiapan gagasan tersebut telah mulai sejak sekitar satu tahun lalu dan kini memasuki tahap finalisasi agar dapat berjalan secara optimal.

Dalam skema yang disiapkan, UB akan menjadi pusat pelaksanaan operasional MMC di Kabupaten Malang.

Keterlibatan tim ahli UB untuk memperkuat aspek teknis, seiring koordinasi dengan Kemenko PMK untuk menyempurnakan konsep dan mekanisme layanan di lapangan.

Koordinasi juga diperluas dengan wilayah Kota Batu guna memastikan sinkronisasi program di kawasan Malang Raya.

Langkah tersebut penting agar pelaksanaan MMC tidak berjalan secara parsial tetapi terintegrasi dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah sumber PMI.

Baca Juga:

Tak Hanya Beri Semangat, Wabup Malang Juga Beberkan Strategi Jitu Mempersiapkan Masa Purnabakti

Reses di Malang Raya, Sri Untari Serap Aspirasi Koperasi Wanita hingga Isu Perlindungan PMI

Lebih lanjut, Wabup Malang meminta seluruh pihak bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persiapan teknis.

Menurutnya, waktu menuju agenda kunjungan Menko PMK harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memastikan tidak ada instrumen penting  terlewat.

“Kita gerak cepat melakukan koordinasi teknis agar pada saat kunjungan Bapak Menko nanti, semua instrumen sudah siap dan model MMC ini benar-benar siap untuk diduplikasi secara nasional,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pusat pelayanan, kehadiran MMC diharapkan menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Malang dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan peningkatan kualitas layanan bagi PMI dan keluarganya.

Dengan konsep yang terintegrasi dan dukungan lintas sektor, harapannya MMC mampu menghadirkan model pelayanan PMI yang lebih efektif sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *