Malanginspirasi.com – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gerakan Pramuka Jawa Timur atas kontribusi nyatanya kepada masyarakat, khususnya melalui program bedah rumah dan ketahanan pangan.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara puncak peringatan Hari Pramuka di halaman Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang berlangsung meriah.
Turut hadir dalam jajaran pejabat di lingkungan Jawa Timur, mulai dari unsur militer, kepolisian, gerakan koperasi, hingga pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dr. Sri Untari Bisowarno menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka Jatim telah menunjukkan aksi gotong royong yang luar biasa.
Dari alokasi awal APBD yang semula menargetkan 10 unit rumah, Gerakan Pramuka bersama para Gugus Depan (Gudep) berhasil mengembangkannya hingga menyasar 1.000 rumah bagi anggota yang membutuhkan.
”Pramuka Jawa Timur telah sungguh-sungguh menjalankan Tri Satya dan Dasa Darma. Dari anggaran APBD untuk 10 rumah, lewat semangat gotong royong antar-Gudep bisa meluas hingga membantu 1.000 rumah. Ini sangat bermanfaat,” ujar Dr. Sri Untari Bisowarno.
Selain program bedah rumah, kerja sama Pramuka dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam program ketahanan pangan melalui “Program Sikap” juga menjadi perhatian penting.
Minta Pramuka Jadi Ekskul Wajib Pembentuk Karakter Gen ZDr Sri UNE
Dalam pertemuannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim di lokasi acara, Dr. Sri Untari Bisowarno secara khusus meminta agar Pramuka dijadikan sebagai ekstrakurikuler (ekskul) wajib di sekolah.
Sri Untari mengatakan penanaman nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka secara rutin, baik seminggu sekali maupun sebulan sekali, sangat krusial untuk membina anak-anak generasi muda (Gen Z) mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.
”Pramuka memiliki pendidikan karakter yang luar biasa. Melalui Tri Satya dan Dasa Darma, kita bisa mendidik Gen Z agar menjadi pribadi yang bertaraf Golden Age—tahan banting, tabah, tangguh, tanggon, ulet, cerdas, terampil, rajin, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa kemanusiaan dan kejujuran yang tinggi. Ini modal penting menyongsong Indonesia Emas,”pungkasnya.







