Duka PDI Perjuangan Jatim atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Sri Untari Sebut Sebagai Sosok Pujangga Kontemporer Luar Biasa

Malanginspirasi.com – Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P. mengenang almarhum Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang akrab disapa Guruh Soekarnoputra sebagai sosok luar biasa.

Wafatnya putra kelima Bung Karno dan Ibu Fatmawati membawa duka mendalam, terkhusus juga PDI Perjuangan Jawa Timur.

Sri Untari mengatakan bahwa Guruh tidak hanya sebagai seorang politisi dan seniman, melainkan sebagai sosok pujangga kontemporer yang karya-karyanya tak tertandingi hingga saat ini.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah saudara kita tercinta, putra kelima Bung Karno dari Ibu Fatmawati, Mas Guruh Soekarnoputra,” ungkap Sri Untari voice note yang diterima oleh redaksi.

Swara Maharddhika Belum Tertandingi

Sri Untari menilai Guruh sebagai figur serbabisa di panggung kebudayaan Indonesia.

Rekam jejak almarhum sebagai koreografer, musisi, dan pengarang lagu melahirkan karya-karya agung yang membekas di hati masyarakat.

Menurutnya, grup kesenian Swara Maharddhika yang didirikan Guruh merupakan salah satu legasi terbesar dalam sejarah seni pertunjukan Tanah Air.

“Beliau dikenal sebagai seorang koreografer, musisi, pengarang lagu. Menurut saya, beliau adalah pujangga dalam fase kontemporer. Karya-karya agung beliau melalui Swara Maharddhika sungguh sangat indah dan semua orang menikmati karya itu karena menggunakan musik yang klasik dipadu dengan koreografi yang sangat baik,” terangnya.

Baca Juga:

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Ia bahkan menegaskan bahwa hingga kini belum ada grup kesenian yang mampu menandingi kebesaran dan keindahan karya Swara Maharddhika.

“Sampai hari ini, menurut saya belum ada grup yang bisa setara dengan Swara Maharddhika. Itulah legasi beliau,” tegasnya.

Lagu ‘Melati Suci’ untuk Ibu Fatmawati

Selain Swara Maharddhika, Sri Untari memberikan perhatian khusus pada lagu ciptaan Guruh yang dipersembahkan untuk sang ibu tercinta, Ibu Fatmawati, yaitu lagu Melati Suci.

“Lagu itu sangat indah, haru, syahdu, dan penuh penghormatan kepada seseorang yang memiliki bakti kepada negara yang luar biasa,” kenang Sri Untari.

Secara pribadi dan organisasi, Sri Untari mengaku sangat kehilangan sosok maestro yang telah mendedikasikan hidupnya untuk seni dan bangsa.

“Secara pribadi kami sangat kehilangan, karena beliau adalah sosok yang luar biasa dalam karya seni. Selamat jalan Mas Guruh, semoga segala yang Mas Guruh lakukan untuk bangsa dan negara ini dicatat sebagai amal kebaikan, mengampuni segala dosa, dan diterima seluruh amal perbuatannya di dunia. Salam juang, merdeka!” tutup Sri Untari.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *