malanginspirasi.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) 2026 terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan edukatif dan aplikatif.
Salah satunya melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme yang berlangsung di Gedung Serbaguna RW 05 Desa Sumber Pasir, Kecamatan Pakis, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan unsur pendidikan anak usia dini. Suasana pelatihan berlangsung interaktif.
Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga melihat secara langsung bahan dan contoh hasil pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme.
Dalam kegiatan tersebut, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN UNIKAMA 2026, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, SH., M. Pd., turut memberikan penjelasan mengenai pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut sampah dari rumah ke tempat pembuangan.
Baca Juga:
Usung Kearifan Lokal dan Teknologi, KKN UNIKAMA 2026 Resmi Mulai di Sumberpasir Malang
Perubahan perlu dimulai dari kebiasaan masyarakat dalam memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Sampah organik yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kuncinya adalah pengetahuan, kemauan, dan kebiasaan yang dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan KKN tidak semata-mata menghadirkan program sesaat.
Mahasiswa diharapkan mampu membangun proses pembelajaran bersama masyarakat sehingga pengetahuan yang diberikan dapat diteruskan dan dikembangkan setelah masa KKN berakhir.
Pelatihan eco enzyme menjadi salah satu bentuk aksi nyata KKN UNIKAMA 2026 dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai bahan yang dapat diolah melalui proses fermentasi.
Dari kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat KKN UNIKAMA 2026 untuk menghadirkan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal dan inovasi, dengan menempatkan warga bukan sekadar sebagai penerima program, tetapi sebagai pelaku utama perubahan.
Dari dapur untuk bumi, dari sampah menjadi berkah, semangat tersebut menjadi pesan penting dalam kegiatan mahasiswa KKN UNIKAMA 2026 di Desa Sumber Pasir.







