Dalam skripsinya Sulis dibimbing oleh Hery Purwanto, ST., MSc., dan Feny Arafah, ST., MT.
Putri dari pasangan Mardianto (Alm), dan Wartini ini mengaku merasa terbantu dengan Beasiswa KIP K. Sulis ditinggal ayahnya ketika masuk kelas 1 di SMAN 1 Nganjuk. Untuk membiayai keperluan sekolah dan kuliahnya ibundanya harus menjadi buruh pabrik di Surabaya.
“Alhamdulillah kuliah dengan KIP tidak mengalami kekurangan, ya pintar-pintar mengelola keuangan saja. Bersyukur ibu juga masih bisa membantu biaya kuliah,” ungkapnya.
Menurutnya Beasiswa KIP sangat penting, karena kedepan tidak mengetahui perjuangan orangtua dalam membiayai kuliah sampai mana. Sulis memahami, banyak mahasiswa baru di awal sanggup dalam hal biaya. Namun di pertengahan banyak pengeluaran tak terduga. Jadi KIP K berguna untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Saat kuliah Sulis aktif mengikuti kegiatan Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG), dan Ikatan Mahasiswa Geodesi Indonesia (IMGI). Ia juga pernah lolos Program MSIB di PT Bukit Makmur Mandiri Utama, dan ditempatkan pada Job Site Sungai Danau Jaya di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, pada departemen engineering pada bagian survey.








