PKN PPKn UNIKAMA Jadi Ruang Kreativitas Mahasiswa, Wujudkan Civil Society

Pendidikan52 views

Malanginspirasi.com –  Pekan Kreasi Nusantara (PKN) oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menjadi ruang nyata pembentukan karakter kewargaan melalui paduan seni, organisasi, dan kolaborasi mahasiswa.

Berlangsung pada Sabtu (3/10/2026), kegiatan ini berfokus pada penguatan interaksi antarangkatan serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan konkret.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun interaksi antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama.

Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, mahasiswa terlibat secara aktif sehingga kegiatan tidak sekadar menjadi agenda seni, tetapi juga menjadi proses belajar berorganisasi.

Baca Juga:

PPG UNIKAMA Gelar Festival DOKAR, Hidupkan Dolanan Tradisional di SDN Tanjungrejo 4 Malang

Ketua Pelaksana, Tadeus Saputra Pani, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dan kerja sama seluruh pihak agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai angkatan menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan Pekan Kreasi Nusantara.

Sementara itu, Dr. Didik Iswahyudi, Kaprodi PPKn Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Pekan Kreasi Nusantara.

Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang ikut mengambil peran dalam merancang dan melaksanakan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan mahasiswa seperti PKN menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di luar ruang kelas.

Mahasiswa baru dan mahasiswa lama dapat belajar membangun komunikasi, membagi peran, bekerja sama, sekaligus bertanggung jawab terhadap kegiatan yang mereka rancang bersama.

Seni sebagai Ruang Belajar Civil Society

Dosen PPKn UNIKAMA, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, S.H., M.Pd., melihat Pekan Kreasi Nusantara bukan sekadar pertunjukan atau kegiatan hiburan mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan semacam ini justru dapat menjadi ruang nyata untuk mewujudkan civil society karena mahasiswa belajar mempraktikkan nilai-nilai kewargaan secara langsung.

“Civil society tidak cukup dipelajari sebagai konsep di ruang kelas. Ia harus mengalami proses kebersamaan, komunikasi, partisipasi, tanggung jawab dan kemampuan menghargai perbedaan. Ketika mahasiswa baru dan mahasiswa lama duduk bersama, merancang kegiatan, berbagi tugas, kemudian menyelesaikan persoalan bersama, di situlah civil society sedang dipraktikkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seni mempunyai kekuatan untuk mempertemukan berbagai latar belakang mahasiswa. Perbedaan gagasan tidak harus menjadi sumber konflik, tetapi dapat menjadi energi kreatif apabila dikelola melalui dialog dan kerja sama.

Dalam perspektif tersebut, Pekan Kreasi Nusantara PPKn UNIKAMA menjadi laboratorium kecil kehidupan kewargaan.

Mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar menjadi warga yang mampu berpartisipasi, menghargai keberagaman, membangun jejaring sosial, dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama.
“Kalau mahasiswa mampu mengubah perbedaan menjadi kolaborasi, kreativitas menjadi kontribusi, dan kegiatan menjadi pengalaman bersama, maka kampus sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar berbicara tentang masyarakat, tetapi mampu hidup dan bekerja di dalam masyarakat,” tambah Engelbertus.

Antusiasme mahasiswa dalam PKN menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Seni, organisasi, kreativitas dan kebersamaan dapat menjadi medium pendidikan karakter kewargaan.

Pada akhirnya, Pekan Kreasi Nusantara bukan hanya tentang siapa yang tampil di panggung.

Lebih jauh, kegiatan ini berbicara tentang siapa yang mau terlibat, siapa yang mau bekerja sama, dan bagaimana perbedaan dirawat menjadi kekuatan bersama.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *